Keresahan Blogger Miskin Yang Tersesat, Ra Mashook! - ADITTP.com

Keresahan Blogger Miskin Yang Tersesat, Ra Mashook!


Kurang lebih setahun sudah aku merawat blog tidak jelas ini. Tahun lalu, tepatnya tanggal 21 Januari 2018 saya membeli domain adittp.com di salah satu penyedia domain. Dan akhirnya, saya punya blog dengan domain TLD untuk pertama kalinya. Seneng dong... Uwuwuwu....

Tujuan saya ngeblog adalah ingin menuliskan apa saja yang ada di pikiran saya dan ada harapan blog ini bisa bermanfaat bagi banyak orang. Ekspektasinya sih begitu, namun kenyataannya tidak semudah itu, Bang Cat! Berpuluh-puluh artikel di blog ini masih sangat cupu dan jauh dari kata berkualitas. Saya akui hal itu.

Apalagi saat melihat tulisan blogger-blogger lain yang begitu bagus dan ciamik. Itu membuat saya semakin sadar akan tulisan saya yang ala kadarnya.

Blog ini bahkan masih bingung menentukan niche yang pas sesuai gaya pemiliknya. Hadeh, blogger kok nggak punya identitas. Itu pula saat ini saya masih enggan menyebut diri saya sebagai seorang blogger. Kalau pengertian blogger adalah orang yang punya blog, iya saya adalah seorang blogger. Namun jiwa saya masih belum sebagai blogger.

Meskipun begitu, blog ala kadarnya ini sudah terhubung dengan Adsense. Padahal blog ini belum pernah merasakan syahdunya dapat uang dari Adsense. Pada saat awal-awal blog ini tercipta, saya terobsesi ingin segera mendaftarkan blog ini dengan Adsense. Hal itu karena menurut beberapa orang, mendaftar Adsense itu susah. Blog harus ini, harus itu, begini, begitu, begitu, begini, pokoknya ribet. Mungkin itu juga yang menyebabkan sampai sekarang masih banyak orang memperjual-belikan akun Adsense karena banyak blogger tidak kunjung di-approve oleh Google.

Lalu saya mencoba mendaftarkan blog ini yang saat itu berusia 7 hari dan berisi 5 postingan. Keesokan harinya, saya mendapat email dari Google yang berisikan blog saya diterima dan siap menayangkan iklan. Seneng dong, sekaligus berpendapat bahwa tutorial supaya diterima Adsense yang bertebaran di internet hanyalah 'gimmick' semata. Atau mungkin saat itu ada kesalahan dalam meninjau blog saya. Google ngantuk misalnya.

Bukannya apa-apa, tapi saat saya daftar Adsense, blog saya tidak sesuai dengan kriteria pada tutorial-tutorial daftar Adsense di Google. Jadi menurut saya, yang perlu dilakukan saat mendaftar Adsense hanya blog harus punya artikel yang original, dan tampilan template yang tidak berantakan. Tapi itu dulu, pas awal 2018. Nggak tahu deh kalau sekarang.

Karena blog ini sudah diterima oleh Adsense, jadi mengapa tidak sekalian dipasang saja, meskipun pengunjung blog ini masih sangat minim. Daripada dianggurin, nanti ngambek.

Berbulan-bulan ngeblog, lalu terpikir dalam benak bagaimana saya bisa menghasilkan uang mengingat pengunjung blog masih minim dan Adsense hanya sebagai hiasan penganggu blog. Lalu browsing-browsing deh, alternatif dapat uang selain dari Adsense. Ada banyak pilihan, semua dicoret karena tidak sesuai dengan kriteria blog saya.

Bayangkan saja, content placement jelas tidak bisa, endorse, promoted post juga tidak. Maklum kan blog abal-abal yang seadanya saja. Nah, akhirnya saya pikir ikut lomba blog. Sejak saat itulah saya mulai mengikuti beberapa lomba blog.

Lomba pertama kali yang saya ikuti adalah Lomba Blog Nokia 2 yang diselenggarakan oleh Jalantikus.com. Dalam lomba itu, saya kalah. Lalu saya baca deh artikel-artikel para pemenang. Wah, gokil cuk! Keren-keren semua.

Lalu pada bulan Agustus, Moladin menyelenggarakan lomba blog bertemakan 'Merdeka di Era Digital'. Saya tulis deh, dengan agak asal-asalan dan bisa dibilang ngawur karena saat itu berbarengan sibuk mengurusi lomba Agustusan di desa. Lalu saya submit artikel lomba saya di form pendaftaran dengan tidak begitu berharap dapat juara. Abaikan pokoknya.

Tidak disangka-sangka, 1 Oktober adalah hari pengumuman yang saya lupakan. Jam 9 malam, saya sedang bermain tenis meja di Balai Desa bersama kawan-kawan. Lalu saya iseng mengecek statistik di dashboard blogger, kok ada trafik dari situs moladin.com? Kaget dong, untungnya saya tidak latah. Saya klik link dari situs Moladin, dan nama saya terpampang menjadi juara dua. Uwuwuwu... Alangkah senangnya dalam hati ingin jingkrak-jingkrak. Kemenangan pertama dengan tulisan yang konyol, apalagi jika dibandingkan dengan tulisan peserta lain yang menjadi juara 1,3, dan 4 yang menurut saya jauh lebih bagus dan layak menjadi juara.


Artikel lomba kemenangan pertama: https://www.adittp.com/2018/08/hut-ri-ke-73-sudahkah-kita-merdeka-di.html

Saat itu pula saya jadi lebih aktif mengikuti lomba blog. Dan beberapa diantaranya saya menjadi juara meskipun belum sekalipun meraih juara 1 dan lebih sering menjadi juara harapan atau hiburan. Lumayan lah, buat jajan.

Mulai aktif ikut lomba blog, perlahan saya tahu siapa blogger-blogger senior yang sering menjadi juara kompetisi. Tulisan mereka memang benar-benar keren semua. Dan ketika saya ikut lomba dan ada daftar nama mereka-mereka yang sering menang, itu membuat nyali saya semakin ciut.

"Ngapain sih, dia ikut lagi, dia kan udah sering menang. Susah nih pasti. Sekali-kali jangan ikut ngapa, biar saya punya kesempatan lebih lebar lagi. Gantian dong, Ah!"

Bukan benci atau iri lho ya, wong tulisan mereka memang lebih bagus dari tulisan saya. Kalau saya ingin menang ya saya yang harus memperbaiki tulisan supaya lebih baik dari mereka.

Ikut lomba-lomba saja deh, biar dapat duit. Jadi blogger pemburu lomba, lagipula setiap bulan pasti selalu ada lomba blog.

Disitulah saya mulai kesasar dan mulai malas mengurus blog. Saya malas blogwalking, berkomentar bahkan membuat postingan. Satu-satunya yang bikin saya semangat ya kalau ada lomba blog saja. Dan itu membuat diri saya semakin kehilangan jati diri. 'Ah, tidak bisa! Katanya blogger, masa cuma kalau ada maunya saja!', dalam hati.

Blog ini kurang belaian cinta dan kasih sayang, sama seperti pemiliknya. Karena itulah saya mulai belajar untuk mulai menumbuhkan rasa cinta saya kepada blog ini. Iya dong, biar so sweet. Saya pikir, bikin postingan kalau tidak didasari dengan cinta ya tidak akan maksimal. Contohnya seperti kebanyakan artikel yang telah saya publish sebelumnya.

Perubahan saya mulai dari mengubah template blog ini dengan ekspektasi bisa membawa suasana baru. Saya menggunakan template VioMagz buatan Mas Sugeng yang kemudian saya re-design sendiri sesuai keinginan saya. Lalu berikutnya, saya akan terus belajar menulis supaya bisa menghasilkan tulisan yang lebih baik lagi.

Sudah miskin harta, miskin ide pula. Jan, ra mashook!

Saya akan menjadi blogger sesuai jati diri saya, meskipun saat ini belum menemukannya. Entahlah, apakah karena efek pemanasan global? Nggak nyambung, pekok! Yang jelas saya akan mencarinya dan keluar dari ketersesatan ini. (back song: Butiran Debu - Rumor)

nb: Masih dalam proses pencarian, belum ketemu.

KOMENTAR

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel