ADITTP.com: Blog Sekarepe Dewek

Blog pribadi yang berisi tentang apa saja yang ada di dunia dan sekitarnya. Berbagi apa saja sesuai dengan kehendak pemiliknya. Suka-suka saya.

Selasa, 21 Agustus 2018

Merdeka di Era Digital, Rumput Bergoyang Menjawab


Tepat tanggal 17 Agustus 2018 kemarin Indonesia ternyata sudah berusia 73 tahun. Usia yang sudah tua untuk ukuran manusia, namun tidak untuk ukuran sebuah bangsa. Semakin tua, semakin jadi. Indonesia selalu punya jiwa muda berapi-api untuk menjadi lebih baik lagi hingga akhir nanti.

Merdeka dari penjajah, kita sudah. Nah, sekarang kita sudah masuk di era digital, di mana hampir semua hal bisa dilakukan secara digital. Pertanyaannya, sudahkah kita merdeka di era digital? Dan apa sih arti merdeka di era digital? Memaknai merdeka di era digital mungkin berbeda bagi setiap orang. Saya sendiri masih bingung mencari arti merdeka di era digital.



Saya sempat menanyakan arti merdeka di era digital kepada rumput yang bergoyang, namun rumput itu hanya bergoyang. Jadi saya ambil kesimpulan bahwa merdeka di era digital menurut rumput bergoyang itu bebas bergoyang mengikuti angin yang berhembus.

Karena saya masih perlu jawaban, lalu saya coba tanyakan kepada kucing. Kebetulan saya pelihara kucing di rumah, jadi saya coba menanyakan arti merdeka di era digital menurut kucing peliharaan saya. Saat saya tanya, kucing saya bilang "meong. . . meong. . .". Entah artinya apa, saya baru ingat kalau saya tidak bisa bahasa kucing.

Karena saya tidak tahu jawaban kucing saya karena saya tidak mengerti bahasa kucing, saya berinisiatif untuk menanyakan apa yang dikatakan kucing saya kepada kucing tetangga saya. Baru melangkah beberapa langkah dari rumah saya baru sadar kalau saya juga tidak paham dengan bahasa kucing tetangga saya, jadi saya urungkan niat saya dan kembali ke rumah.

Begitu masuk rumah, kucing saya mengeong berkali-kali dan mengikuti kemanapun saya pergi. Saya pikir kucing saya ini ngotot sekali ingin memberitahukan jawabannya mengenai arti merdeka di era digital. Lalu saya menghargai jawaban kucing saya meskipun saya tidak paham dengan apa yang dikatakan kucing saya.

Saya beri apresiasi dengan memberinya makanan berupa ikan asin. Setelah makan kucing saya dima, oh ternyata kucing saya lapar dari tadi. "Dasar kucing!", sebel saya jadinya. "Dasar manusia!", kucing saya membalas. Nggak ding, saya bohong. Saya kan tidak paham bahasa kucing.

Tidak puas dengan jawaban dari rumput yang bergoyang dan kucing, saya masih belum menyerah mencari makna merdeka di era digital. Pahlawan saja pantang menyerah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, masa saya nyerah dengan mudahnya.

Sembari menikmati suasana sore hari di teras rumah, saya melihat semut berbaris di dinding. Entah semut itu menatapku curiga seperti dalam lagu 'Kisah Kasih di Sekolah' atau tidak, mata semut itu terlalu kecil untuk dilihat dengan mata saya. Daripada suudzon, mending saya tanya makna merdeka di era digital kepada semut-semut yang berbaris di dinding itu.

"Hai semut, apa sih arti merdeka di era digital menurut kalian?". Semut itu acuh tak menghiraukan pertanyaan saya. Seumur hidup, baru kali ini saya dikacangin sama semut, ada yang pernah mengalami hal yang sama? Lalu saya mencoba tenang dan berpikir jernih. Awalnya saya pikir semut-semut itu sombong, namun setelah dipikir lagi, mungkin semut itu memang sedang sibuk dengan aktivitasnya dan tidak bisa diganggu.

Bayangkan kalau salah satu semut itu mau menjawab pertanyaan saya, semut itu harus berhenti dan nantinya pasti akan ketinggalan dari rekan lainnya. Nanti kalau dia tertinggal dan tersesat, saya yang disalahkan oleh ibunya si semut. Saya juga tidak mau sampai dituntut karena telah terbukti telah membuat satu semut di kerajaan semut itu tersesat. Jadi saya tidak mau memaksa semut itu untuk menjawab pertanyaan saya. Saya pikir masak-masak, sampai akhirnya saya masak mie instan.

Sambil makan mie instan saya masih terus mencari makna merdeka di era digital. Lalu saya teringat rumput bergoyang yang bebas bergoyang mengikuti hembusan angin. Jadi saya pikir merdeka di era digital itu bebas. Kita bebas mendapatkan hak yang seharusnya kita dapatkan, seperti informasi secara transparan tanpa pencitraan, pendidikan, fasilitas, dan lainnya termasuk hak berpendapat.

Kemudian saya teringat kucing saya yang lupa saya beri makan. Sebagai pemilik kucing seharusnya saya bertanggung jawab atas kesejahteraan kucing saya. Saya sambungkan lagi dengan makna merdeka di era digital yang sedang saya cari, bebas berpendapat asal bertanggung jawab. Semua ada hal resikonya, kalau kita membuat orang tersesat dan hilang, kita bisa dituntut. Berita hoax contohnya.

Semut yang berbaris di dinding juga memberi sebuah pencerahan. Kalau tadi ada semut yang menjawab pertanyaan saya dan harus berhenti, semut itu pasti akan ketinggalan dari gerombolannya dan mungkin tersesat. Begitu juga dengan di era digital ini yang perkembangannya begitu pesat. Kalau tidak mengikuti arus, kita akan tertinggal. Jadi merdeka di era digital itu ketika semua golongan bisa mengikuti perkembangan secara merata dan tidak ada yang tertinggal.

Jadi intinya, merdeka di era digital menurut saya adalah bebas mendapatkan apa yang seharusnya didapatkan, lalu orang punya rasa tanggung jawab sehingga menjadi bijak dalam menggunakan teknologi yang ada. Ditambah dengan semua orang merasakan perkembangan teknologi yang ada secara merata.


Salah satu contoh manfaat era digital adalah seperti situs dan aplikasi mobile Moladin. Moladin merupakan aplikasi yang cocok untuk para biker. Dengan aplikasi Moladin, memudahkan kita jika akan membeli sepeda motor, baik cash maupun mengajukan kredit. Tak hanya itu, kita juga bisa berdiskusi tentang segala hal yang berhubungan dengan sepeda motor karena sudah disertai forum diskusi. Moladin juga memberikan informasi seperti review sepeda motor, dan segala perlengkapannya. Intinya lengkap dibungkus dalam satu aplikasi yang bisa diunduh di Play Store atau klik disini.


Moladin adalah salah satu contoh fungsi perkembangan teknologi di era digital.



0 Komentar Merdeka di Era Digital, Rumput Bergoyang Menjawab

Posting Komentar

Back To Top