[ADS] Top Ads

Fenomena Adopsi Spirit Doll



Huh...

Akhir-akhir ini memang sedang viral-viralnya orang mengadopsi spirit doll. Beberapa artis juga ada yang mengikuti tren ini seperti Roy Kiyoshi, Celine Evangelista dan Ivan Gunawan. Spirit doll merupakan boneka yang di dalamnya dirasuki sebuah arwah atau jiwa, katanya. Katanya, lho ya!

Pemilik spirit doll merawat boneka miliknya selayaknya merawat seorang anak dan menganggapnya seperti anak mereka sendiri. Bahkan ada yang sampai membuka lowongan pekerjaan babysitter untuk merawat spirit doll yang mereka adopsi. Orang kalau sudah kebanyakan duit, gabutnya memang nggak main-main. Tapi bagus sih, bisa membantu orang yang belum punya pekerjaan.

Kejadian Aneh

Selain itu, beberapa pemilik spirit doll juga percaya bahwa bonekanya dimasuki arwah-arwah yang terjebak di dunia dan belum bisa kembali ke alamnya. Kejadian-kejadian aneh juga menimpa pemilik spirit doll ini. Seperti Rizky Nasution dalam sebuah podcast di kanal YouTube Deddy Corbuzier. Dia bercerita kalau bonekanya ada yang ditinggal di dalam kamar hotel. Rizky Nasution yang ingin masuk kamar kemudian mendapati kamarnya terkunci dari dalam.

Berbagai usaha dilakukan untuk bisa masuk namun pintu tak kunjung terbuka. Akhirnya, Rizky meminta maaf pada boneka tersebut yang aku lupa namanya itu. Setelah memohon dan minta maaf, akhirnya pintu bisa dibuka. Wah, ngeri sekali ya. Sebuah cerita yang di luar nalar saya.

Hal serupa juga dialami ART yang bekerja di rumah Roy Kiyoshi yang sering kali melihat boneka arwahnya bergerak dan mampu menampakan diri.

Pengalaman Sendiri Bersama Boneka

Selain mendengar cerita-cerita di luar nalar dari pengalaman orang, aku jadi takut kalau misalnya mau mengadopsi boneka arwah. Sebabnya, aku juga punya pengalaman yang tidak baik dengan boneka di rumah. Sebuah pengalaman yang lebih menyeramkan daripada boneka bergerak sendiri dan boneka yang mampu mengunci pintu kamar hotel.

Sekitar setahun lalu, di rumahku terdapat 4 buah boneka. Bukan boneka arwah, namun boneka bayi biasa. Yang satu tidak pakai celana karena hilang saat digunakan untuk mainan ponakan ketika berkunjung.

Ketika hari-hari biasa, keempat boneka itu tersimpan rapi di sebuah tempat dari kayu untuk memajang boneka dan hiasan kecil lain.

Suatu malam, aku sedang berada di rumah sendirian karena orang rumah sedang menghadiri hajatan di rumah saudara. Tentu saja, aku memilih tidak ikut karena aku lebih suka di rumah sembari menonton televisi.

Belum ada yang aneh saat itu, sebelum akhirnya jantungku berdetak lebih kencang. Sedang asyik menonton lawakan Sule dan Haji Bolot di Ini Talkshow, tiba-tiba boneka di pajangan jatuh sendiri. Tidak hanya satu, melainkan 3 boneka sekaligus. Mereka jatuh dari sisi kiri terlebih dahulu seperti efek domino.

Aku yang tadinya sedang tertawa, seketika langsung diam. Anehnya, Sule, Andre, dan Haji Bolot tidak ikut diam. Mereka masih tertawa bercanda ria di dalam televisi. 

Jelas saja, rasa deg-degan hanya aku alami sendiri di rumah ini. Selang beberapa saat, tempat pajangan yang tertempel di dinding itu sedikit bergerak lagi menjungkalkan boneka tanpa celana satu-satunya yang masih bertahan.

Perasaan takut pun muncul, namun aku berpikir. "Ini rumahku, maka aku yang akan menjaganya". Dengan memberanikan diri seperti Kevin McCallister, aku mendekati pajangan itu. 

Sebagai laki-laki, tentu aku menggunakan nalar terlebih dahulu sebelum mengambil kesimpulan. Aku harus mencari penyebab yang logis terlebih dahulu dan berpikir positif.

Aku mencoba menyingkap pajangan itu sedikit dari samping dan mengintipnya. Ternyata tidak ada apa-apa. "Wah! Ada yang tidak benar di sini", begitu pikirku. Aku coba buka lagi lebih lebar. 

Kaget bukan main ketika ada sebuah makhluk hitam dari dalam bayangan bergerak cepat dari tempat pajangan ke arah muka. Dengan sigap, aku mundur untuk menghindari makhluk itu. 

Makhluk itu kemudian berlari memanjat dinding ke arah atas masuk ke sela-sela atap. "Tokek, bangs*t!". 

Itu serem sih. Bayangkan kalau tokek itu menggigitku. Tokek kan kalau sudah gigit nggak mau lepas. Setelah kejadian itu, aku tidak lagi memajang boneka di tempat itu. Males beresin aja kalau tiap malam jatuh karena ada tokek sedang cari mangsa di belakangnya.

Spirit Doll Untuk Healing

Oke, lupakan boneka bayi tanpa celana tadi. Beberapa orang menggunakan spirit doll ini sebagai media healing. Ya, itu cukup masuk akal ketika sebagai media untuk mengekspresikan atau pun mengeluarkan unek-unek. Sebagai tempat curhat misalnya. 

Namun, akan menjadi bahaya ketika kamu curhat kepada sebuah boneka kemudian boneka itu menjawab curhatanmu. Dalam artian, kamu mulai berhalusinasi dan mulai mengobrol dua arah dengan spirit doll milikmu.

Beberapa psikolog juga membolehkan menggunakan spirit doll sebagai media healing selama masih dalam tahap wajar. 

Kalau udah sampai yang mempercayai bahwa di dalamnya ada arwah gentayangan itu udah kelewatan si menurutku. Mentang-mentang namanya boneka arwah kali ya?

Mending Kucing

Orang memang beda-beda ya. Aku membayangkan diri curhat pada boneka saja sudah absurd banget. Ih aneh. Kalau cari media healing, aku sih lebih mending pelihara kucing. Soalnya benar-benar hidup. Ada timbal baliknya. 

Kucing dipelihara nggak dikasih makan, kucingnya bisa minta makan. Boneka nggak dikasih makan juga nggak akan lapar. Boneka bayi di rumahku yang nggak pake celana juga nggak protes tit*tnya kedinginan. Oh, mungkin karena masih bayi kali, jadi nggak bisa protes.

Aku sih lebih bisa merasakan kasih sayang seekor kucing daripada boneka. Lebih bisa menganggap kucing seperti anak sendiri dibanding boneka. Tapi ya, namanya juga manusia, bervariasi hidupnya. Tidak bermaksud menyalahkan mereka yang mengadopsi sebuah boneka arwah.

Mengadopsi Spirit Doll

Menurut penuturan Rizky Nasution, kalau mau adopsi spirit doll itu ada agennya. Nanti si agen akan menanyai kita tentang diri kita hingga golongan darah. Untuk mencocokkan dengan spirit doll yang akan kita adopsi, katanya.

Sebagai orang yang merasa normal, ribet banget mau punya boneka. Tahu darimana boneka itu bisa merasa cocok dan tidak cocok saat bersama kita?

Lalu, bagaimana si agen mendapatkan arwah-arwah itu? Apakah membuka lowongan? Takutnya, si agen memaksa arwah-arwah ini untuk masuk ke dalam boneka lalu diperjualbelikan. Ini sih udah masuk sindikat perdagangan arwah ya.

Ini Juga Spirit Doll…

Tapi ada juga lho agen yang menyediakan spirit doll yang nggak ribet menentukan cocok tidaknya dengan kita. Kita hanya ditanya alamat rumah kita untuk pengiriman bonekanya. Selain itu, bonekanya tidak dimasuki arwah namun bisa berkomunikasi dengan kita.

Ada yang bilang 'ikkeh ikkeh', atau sebatas mendesah ketika diberi sentuhan. Ada juga versi murahnya yang hanya diam namun tetap bisa memberikan kepuasan pemiliknya. 

Versi psikopatnya, ada yang menjual boneka potongan tubuh manusia. Ada yang hanya dari leher ke bawah, ada juga yang dari perut sampai ke lutut. Yang termurah, ada yang menjual onderdil intinya saja, ini paling psikopat sih. Mungkin potongan-potongan tubuh boneka ini hasil mutilasi boneka untuk memangkas harga.

Akhirnya…

Tidak ada masalah orang mau punya spirit doll selama masih dalam kewajaran. Tapi kalau bonekanya sampai bisa ngambek karena ditinggal di hotel dan mengunci kamar dari dalam, itu sih kelewatan ngarangnya. Nggak ding. Itu mah, bonekanya saja yang ngambekan. Harusnya boneka yang suka ngambek begitu nggak usah diadopsi. 


Posting Komentar

[ADS] Bottom Ads

Copyright © 2021

Adittp.com ~ Adit Tian