[ADS] Top Ads

Receh Banget, Kocak!



Baru-baru ini kita disuguhi dengan kasus seorang istri yang memarahi suaminya karena mabuk. Sebuah hal yang lumrah dilakukan oleh seorang istri kepada suaminya yang sering mabuk-mabukan. Namun, hal itu malah membuat sang istri harus mendapat tuntutan penjara selama satu tahun. Lho, kok bisa? 


Menurut berbagai situs berita yang memuat, si suami yang mabuk itu tidak terima karena dimarahi kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi. Rekaman omelan istrinya pun dijadikan barang bukti dengan tuntutan kekerasan dalam rumah tangga psikis kepada suaminya.


"Saya keberatan yang mulia, apa yang dibacakan tidak sesuai fakta, masa hanya karena saya mengomeli suami yang suka mabuk-mabukan saya jadi tersangka dan dituntut satu tahun penjara," katanya sesuai yang dilansir Kompas.com.


Receh banget nggak si? Hal-hal semacam itu kan masalah yang bisa diselesaikan baik-baik secara kekeluargaan tanpa perlu menempuh jalur hukum. Sebuah masalah yang wajar terjadi dalam kehidupan berumah tanggaa. Suami sering mabuk ya bolehlah dimarahi. Itukan tanda sayang dan kepedulian istri kepada suaminya.


Yang lebih mengherankan, kok bisa hal semacam itu diterima sebagai laporan yang bisa membuat seseorang masuk penjara? Sepele banget lho. Apa saking gabutnya tidak ada kasus yang lebih penting lain?


Mungkin saja, negara ini kan negara yang sangat aman dan damai dari kejahatan. Tidak ada monster dari luar angkasa yang menyerang negara ini. Beda dengan Jepang, sejak tahun 90-an sudah sering diserang monster. Itu sebabnya Ultraman harus turun tangan untuk memusnahkan monster yang menyerang Jepang.


Belum lagi di Amerika, di mana mereka harus bertempur melawan Thanos. Bahkan Iron Man menjadi korban akibat pertempuran maha dahsyat tersebut. Iron Man pasti dikenang dan dijadikan pahlawan nasional di sana karena perjuangannya.


Indonesia mah damai. Tidak ada serangan semacam itu. Kalaupun nanti ada monster dari luar angkasa menyerang Jakarta, pasti militer Indonesia langsung sigap menangani tanpa bantuan Ultraman. Negara ini kan mampu, jadi tidak harus selalu meminta bantuan luar. Kalau ada serangan monster, nanti dengan sigap langsung menciptakan robot pahlawan kita sendiri. Masa iya kita mau impor Ultraman dari Jepang, kan nggak mungkin.


Indonesia itu negara yang super duper keren dan hebat lho! Polisi siber negara ini bahkan bisa tahu siapa saja yang suka menonton video porno. Gokil kan?


https://bali.tribunnews.com/2020/08/22/sering-nonton-film-porno-via-internet-waspadalah-polisi-kini-bisa-melacak-dan-menangkap-mudah-anda


Bisa melacak orang yang sering nonton video porno saja bisa, padahal itu urusan pribadi orang. Apalagi melacak kejahatan yang merugikan negara, pasti lebih cepat lagi karena itu menyangkut negara.


Karena itu, negara ini aman. Tidak ada lagi kasus orang diracun, atau serangan penyiraman dengan air keras. Karena pasti akan cepat tertangkap. Ngeri sih, kalau sampai ada kasus pembunuhan dengan menggunakan racun. Nggak usah racun deh, mencoba melukai orang dengan menyiram air keras saja itu sangat mengerikan karena dapat mengakibatkan cacat seumur hidup pada korbannya bahkan kematian.


Harusnya kalau ada kejadian semacam itu, pelakunya harus dihukum dengan berat. Jangan sampai seperti kejadian di sebuah negara hukum di sebuah planet. Aku lupa nama planetnya tapi yang jelas ada peradaban di planet itu. 


Kejahatan mengerikan itu menimpa seorang penyidik kasus korupsi. Kalau di Indonesia orang menyebutnya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), entah apa namanya kalau di planet yang satu ini.


Ya masa di planet itu polisinya baru bisa menangkap pelakunya setelah bertahun-tahun lamanya. Setelah ditangkap, pelakunya hanya divonis satu tahun penjara. Apa-apaan? Gila nggak tuh? Itu membuat cacat seumur hidup korbannya lho. 


Yang mengherankan lagi, pelakunya ini adalah dua anggota polisi. Polisi dan penyidik kan harusnya bersatu padu dalam misi yang sama yaitu memberantas kejahatan korupsi. Ini kok malah dilukai. Kan timbul pertanyaan, apa jangan-jangan ada yang memerintahkan untuk melakukan tindak kejahatan tersebut? 


Atau, kedua pelakunya itu cuma gabut? Tidak mungkin. 


Hukum di negara planet tersebut sepertinya memang agak bobrok deh. Soalnya setelah ditelisik lebih jauh, pelaku korupsi di planet tersebut juga dihukum dengan ringan. Padahal itu yang dicuri kan uang rakyatnya dan nominalnya tidak sedikit. Masa perlakuannya sama bahkan lebih baik dari maling ayam yang hanya merugikan segelintir masyarakat. 


Bahkan perlakuan pelaku tipikor lebih baik, masuk berita masih senyam-senyum tak berdosa. Maling ayam kadang harus digebukin dulu. Malang sekali.  


Sepanjang tahun 2020, lembaga pengamat kasus korupsi di negara itu mencatat ada 760 terdakwa divonis dibawah 4 tahun penjara, 438 orang terdakwa dihukum di bawah 10 tahun penjara, dan yang divonis berat (lebih dari 10 tahun penjara) hanya 18 orang terdakwa. 


Wajar saja kalau negara tersebut semakin banyak yang korupsi karena tidak adanya efek jera. Di dalam penjara saja dapat fasilitas mewah, bahkan ada yang bisa berlibur ke Bali, Indonesia. 


Belum lagi, kurungan penjara di negara itu selalu dapat remisi setiap tahun. Itu hukuman penjara apa belanja online? Kok dapat cashback


Coba saja kalau kasus-kasus itu ada di Indonesia, pasti langsung ditindak tegas dan dibabat habis sampai ke akarnya. Lha, orang memarahi suaminya karena sering mabuk saja dituntut 1 tahun penjara. Kan hebat hukum di negara ini. Kalau ada yang korupsi atau pelanggaran HAM, pasti hukumannya lebih berat dan bisa membuat efek jera.


Untuk menjadi penyidik KPK saja, TWK-nya sangat ketat. Bahkan orang-orang berpengalaman yang pernah menangani kasus berat korupsi di Indonesia saja banyak yang tidak lolos TWK (Tes Wawasan Kebangsaan). Berarti kan standar yang ditetapkan KPK sangat tinggi. 'Bersedia lepas hijab?', itu salah satu pertanyaan tes TWK. Kalau aku ikut wawancara pasti langsung ku jawab tanpa ragu, 'Sangat bersedia, bahkan saya tidak pernah berhijab.'


Pasti kinerjanya sangat baik dalam memberantas korupsi di Indonesia. Kadang aku bermimpi begitu.

Posting Komentar

[ADS] Bottom Ads

Copyright © 2021

Adittp.com ~ Adit Tian