-->

[ADS] Top Ads

Han Ji-pyeong vs Nam Do San: Berlayar Tanpa Peta, Berbahaya atau Menyenangkan?


Nam Do San & Han Ji-pyeong. dok: tvN

*Tulisan ini mengandung spoiler.

Setelah mendapatkan lisensi mengemudi untuk Tarzan, mobil kendali otomatis, Won In-jae memutuskan untuk mencoba ikut tender bisnis kota pintar DQ Group. Sementara itu, Seo Dal Mi tidak setuju lantaran menurutnya hal itu terlalu terburu-buru. Apalagi ditambah dengan kesalahannya 3 tahun lalu saat masih menjadi CEO Samsan Tech yang berakibat perusahaan rintisan tersebut bubar karena kontraknya dengan 2STO.

Dal Mi tidak mau itu terjadi lagi. Nam Do San yang mendengar pembicaraan In-jae dan Dal-mi, berusaha meyakinkan Dal-mi untuk mencoba ikut proyek tersebut.

Hal itu membuat adik In-jae dalam kebingungan. Akhirnya, ia berkonsultasi dengan Han Ji-pyeong. Dal-mi mengatakan bahwa dirinya adalah CEO, ia harus berpikir rasional. Ji-pyeong juga punya pendapat yang sama. Menurut Han Ji-pyeong, kemungkinan Cheongmyeong Company memenangkan tender sangat kecil. Direktur itu menyarankan supaya Dal-mi tidak mencoba mendapatkan tender proyek dengan DQ Group.

Singkat cerita, Han Ji-pyeong berniat mengantarkan Dal-mi ke mobilnya di parkiran. Saat menuju lift, mereka berdua bertemu dengan Nam Do San. Di dalam lift, tiba-tiba lift yang mereka naiki tiba-tiba rusak. Terjebak di dalam lift, terjadilah percakapan antara Nam Do San dengan Han Ji-pyeong mengenai rencana untuk menjadi tender mobil tanpa kemudi dengan DQ Group.

Kedua pria yang menyukai wanita yang sama ini berbeda pendapat.

Menurut Han Ji-pyeong, berlayar tanpa peta di laut lepas sangat berbahaya. Bisa jadi ada badai topan tiba-tiba menghadang atau bencana lain yang tidak diketahui kapan datangnya. 

Sementara itu, Nam Do San berpendapat bahwa berlayar tanpa peta di laut lepas adalah hal yang menyenangkan. Itu juga yang pernah dikatakan Seo Dal Mi kepada Do San.

Kalian setuju yang mana nih?

Mencoba menalarkan perbedaan pendapat mereka, itu adalah hal yang wajar. 

Latar belakang Han Ji-pyeong adalah seorang investor.

Han Ji-pyeong. dok: tvN

Sejak kecil, Han Ji-pyeong sudah menekuni bidang investasi. Kita tahu bahwa ia pernah memenangkan kontes investasi. Kemudian Ji-pyeong pernah investasi saham dengan uang milik neneknya Dal-mi secara diam-diam yang berjumlah 8 juta won. Dalam setahun, uang itu dibuatnya menjadi 80 juta won.

Sebagai seorang investor, berlayar tanpa peta tentu saja berbahaya. Sembarangan melakukan investasi tanpa sebuah pengetahuan sama saja melakukan perjudian. Sedangkan seorang investor harus meminimalisir terjadinya kegagalan dan kerugian. Apalagi jika yang diinvestasikan nilainya besar. Kita harus tahu bagaimana resikonya. Mana kemungkinan berhasil atau gagal yang lebih besar. 

Dalam drama ini, In-jae, Dal-mi, Do San, dan Ji-pyeong sama-sama tahu jika kemungkinan mereka berhasil sangat kecil. Investor hanya berpikir rasional, karena dana untuk mengembangkan proyek juga perlu biaya besar. Jika gagal, tentu saja uang yang banyak itu terbakar sia-sia. Itu sebabnya Han Ji-pyeong menyarankan untuk menahan diri saja.

Nam Do San adalah seorang developer (pengembang).


Nam Do San. dok: tvN

Berbeda dengan Han Ji-pyeong, Nam Do San basisnya adalah seorang developer. Dia juga handal sampai Alex tertarik untuk membawanya ke Silicon Valley. Sebagai seorang pengembang, mencoba dan terus mencoba adalah sebuah kewajiban. Jika gagal, kita bisa mencobanya lagi dan lagi. 

Saat kita gagal, itu akan jadi pengalaman supaya tidak jatuh dalam kesalahan yang sama. Berlayar tanpa peta di laut lepas adalah hal yang menyenangkan. Ketika ada badai, kita harus berusaha untuk bertahan supaya bisa melewatinya. Itu adalah tantangan, setelah berhasil melewati badai, akan ada pelangi indah menanti.

Tugas seorang developer adalah memecahkan masalah. Biasanya seorang developer, semakin sulit sebuah tantangan, semakin berambisi untuk memecahkannya. Seorang developer tentu saja tidak boleh menyerah. 

Kenapa In-jae mau mengambil resiko yang besar ini tanpa pertimbangan? Berani melakukannya meskipun kemungkinan berhasilnya kecil. Ambisi In-jae adalah mengalahkan Morning Group milik mantan ayah dan kakak tirinya. Tanpa faktor tersebut, In-jae adalah CEO In-jae Company yang rasional dan penuh pertimbangan.

Satu lagi mengapa mereka berani mengambil resiko ini. Sutradara. Dialah dalang dibalik keberhasilan Cheongmyeong Company memenangkan tender mobil tanpa kemudi DQ Group.

Posting Komentar

[ADS] Bottom Ads

Copyright © 2020

Adittp.com ~ Adit Tian