Peluang Serdadu Tridatu Kuasai Tahta Shopee Liga 1


Memasuki pekan ke-27, Shopee Liga 1 berjalan semakin menarik. Sang pemuncak klasemen sementara, Bali United yang memiliki kans paling besar untuk merebut tahta juara liga terbesar se-Indonesia ini akhir-akhir ini malah meraih tren yang kurang baik.

Dari 5 pertandingan terakhir yang sudah dilakoni, Bali United hanya mampu menang sekali saat melawan Barito Putera pada 27 Oktober lalu. Sisanya, Serdadu Tridatu meraih 3 kali imbang kala berhadapan dengan Persela Lamongan, PSS, dan Persipura Jayapura. Lalu tumbang kala melawat ke kandang PSIS pada Jumat malam.

Meskipun hasil yang didapat mengecewakan, namun Bali United masih kokoh di puncak dengan mengemas 57 poin dari 27 pertandingan. Pesaing terdekatnya, Persipura Jayapura dan Madura United yang sama-sama mengemas 44 poin. Peluang bagi Persipura untuk memangkas selisih jarak menjadi 10 poin karena Persipura baru bermain 26 kali. Mereka harus menang melawan PSM Makassar di kandang Juku Eja yang berlangsung besok pada pukul 18.30 WIB. Ini akan menjadi pertandingan penutup pekan ke-27 yang seru.

Dua pertandingan terakhir merupakan pertandingan penting untuk melancarkan jalan menuju tahta Shopee Liga 1. Sayang tigaribu sayang, Serdadu Tridatu masih belum berhasil bangkit.

Dalam laga away yang digelar di stadion Gelora Deltra Sidoarjo ini seharusnya bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Bali United yang statusnya sebagai tim tamu dalam pertandingan ini. Bermain kandang namun bukan di kandang aslinya, membuat Persipura sedikit dirugikan. Dukungan dari Persipura Mania menjadi berkurang. Itu bisa dilihat dari banyaknya tribun kosong bahkan penonton bisa leluasa menonton sambil rebahan bahkan kayang.

Sementara itu, keadaan ini seharusnya bisa menjadi keuntungan bagi Bali United karena bisa lebih fokus konsentrasi dan beban mental berkurang.

Saling Serang

Menuju jalannya pertandingan, peluang dibuka pada menit ke-4 melalui tendangan keras first time dari Tod Rivaldo Ferre yang masih mampu diantisipasi oleh Wawan Hendrawan. Jual-beli serangan dilakukan oleh kedua kesebelasan.

Persipura bahkan sempat kecolongan pada menit ke-9 ketika Melvin Platje berhasil mengelabui dua pemain belakang Persipura dan berhasil mengirim umpan dan disambut dengan hangat oleh Yabes Roni yang sukses menceploskan bola ke dalam gawang. Sayangnya, wasit tidak merestui gol tersebut karena Yabes sudah terlebih dahulu berada dalam posisi offside.

Persipura Pecah Telur

Persipura Jayapura berhasil memecah kebuntuan melalui tendangan keras Yohanis Tjoe di menit ke-33. Berawal dari tendangan sudut, kemelut terjadi di depan gawang Bali United. Bola liar di udara menjadi satu-satunya fokus bek Bali United membuat mereka seperti ikan lele lapar yang berebut sebutir pelet. Niat ingin membuang bola, bola terbuang tidak sempurna dan jatuh di depan Yohanis Tjoe yang tanpa ampun langsung menyambar bola dengan kerasnya dan 'bles!', jala terkoyak. Gol terjadi, gawang Wawan ternodai. Wawan mati langkah, Wawan pasrah, 'Ah, sudahlah'.

Bali United Membalas

Kemasukan satu gol membuat skuat Bali United mau tidak mau harus tampil lebih trengginas untuk mengejar ketertinggalan. Dan benar saja, serangan Bali United tidak sia-sia. Umpan terobosan terukur diberikan kepada Stefano Lilipaly di sisi kiri gawang Persipura yang kemudian diteruskan kembali menjadi umpan silang kepada Platje yang sudah menunggu di depan gawang. Dengan mudah, Platje memasukan bola ke gawang Dede Sulaiman. Gol terbalaskan 3 menit setelah Persipura mencetak gol. Ironis!

Tambah Daya Gedor

Berhasil menyamakan kedudukan, Bali United semakin mendominasi dalam melakukan penyerangan. Skema yang diterapkan melalui umpan-umpan terobosan menjadi beberapa peluang namun belum bisa dikonversi menjadi gol. Harus diakui, kerjasama antara Lilipaly dan Platje sukses membuat Andre Ribeiro berkali-kali kalah kecepatan dan kecolongan membiarkan Platje menciptakan peluang emas.

Bali United Comeback

Serangan tak kenal menyerah Bali United akhirnya membuahkan hasil dan membalikkan keadaan di menit ke-64 lewat kaki Stefano Lilipaly. Berawal dari umpan panjang dari Leo Tupamahu, bola tidak bisa diantisipasi oleh Andre Ribeiro. Berharap hakim garis mengangkat bendera pertanda offside, ternyata tidak. Entah apa yang merasuki kedua bek Persipura membiarkan Lilipaly mendapatkan bola di depan gawang tanpa pengawalan berarti. Tendangan keras menyusur tanah di sisi kanan Dede Sulaiman, bola gagal diantisipasi dan terjadilah gol kedua untuk Bali United.

Bocah Ajaib Unjuk Gigi

Menit ke-89, kejutan diberikan oleh Persipura lewat aksi  Tod Rivaldo Ferre. Kita tentu masih ingat bagaimana ia menjadi supersub dan mencetak hattrick ke gawang Qatar dalam laga AFC U-19 2018. Sebuah isyarat bahwa bocah ini tidak boleh diremehkan. Itu benar adanya, dalam pertandingan ini, Tod berhasil menyelamatkan Persipura dari kekalahan di kandang. Memanfaatkan bola liar hasil duel udara, Tod yang bebas tanpa pengawalan melakukan tendangan volley keras yang membuat Wawan melongo untuk kedua kalinya. Tiga poin gagal dibawa pulang Bali United dan memaksa mereka harus rela berbagi satu poin dengan Persipura.

Hasil makin ngenes kembali didapat Bali United ketika melawat ke markas PSIS di Stadion Moch Soebroto. Laskar Mahesa Jenar yang menghindari degradasi tampil dengan kekuatan penuh lengkap dengan backing-an pemain kedua belasnya, Panser Biru untuk menghadang Serdadu Tridatu.

Bali United yang digadang-gadang akan memanfaatkan pertandingan ini untuk bangkit ternyata malah harus tumbang. Satu-satunya gol tercipta pada menit ke-31 melalui tandukan keras Wallace Costa yang tercipta setelah meneruskan umpan matang dari Jonathan Cantillana lewat skema tendangan bebas. Unggul satu gol membuat PSIS semakin merapatkan lini pertahanannya mengingat Bali United pasti akan menyerang tanpa ampun untuk menyamakan skor bahkan membalikkan keadaan.

Misi Bertahan PSIS Sukses

Di babak kedua, Bali United terus semakin mendominasi pertandingan dengan mengepung lini pertahanan PSIS. Hal itu terlihat dari penguasaan bola Bali United yang menyentuh angka 54%. Begitupun peluang yang didapatkan Bali United juga lebih banyak. Total, 5 tendangan ke arah gawang dihasilkan oleh Serdadu Tridatu. Sayangnya dari semua peluang yang diciptakan, tidak ada satupun yang on target. Yang on target saja tidak ada, apalagi yang gol.

Dominasi Bali United pada Jumat malam memang benar adanya. Namun, pertahanan rapat Wallace Costa cs mampu meredam dan membuat pola serangan Bali United tidak berfungsi. Serangan yang dibuat Bali United terkesan terlalu monoton pada malam itu. Harus diakui, kalau PSIS bermain dengan apik.

Teco Keluhkan Kondisi Lapangan

Sementara itu, kekalahan ini membuat juru taktik Bali United, Stefano Cugurra Teco berkelit. Ia menyalahkan kondisi lapangan yang kurang baik. "Saya pikir semua dalam tim, termasuk gelandang yang main, sudah kerja keras. Tapi, lapangan di sini tidak terlalu mudah buat main. Rumputnya tinggi sekali. Sangat beda dengan lapangan lain yang kita main," katanya seusai pertandingan. Hmm... Selain rumputnya yang katanya tidak terlalu mudah buat main, fakta lain yang bisa kita lihat adalah lini belakang PSIS tidak terlalu mudah buat ditembus. Benarkan?

Dengan hasil yang tidak memuaskan di empat pertandingan terakhir, apakah Bali United akan memenangkan trofi Shopee Liga 1 2019?

Tentu saja, berikut adalah alasan kenapa Bali United akan merengkuh trofi Shopee Liga 1 musim ini.

Klub Paling Konsisten

Meskipun akhir-akhir ini performa Bali United sedang menurun, namun sepanjang kompetisi ini Bali United memiliki statistik yang terbaik. Dari 27 laga yang dilakoni, Bali United sudah memenangkan 17 laga, 6 kali seri, dan 4 kali kekalahan. Sedangkan pesaingnya paling banyak baru memenangkan 12 pertandingan. Dari sisi pertahanan, Bali United menjadi tim dengan lini bertahan terbaik dengan baru kebobolan 25 gol, terpaut 4 gol dari Madura United dan Persipura yang sudah kebobolan 29 gol. Bali United bisa jadi lebih baik lagi andai pembantaian di tanah Borneo tidak terjadi. Kala itu, Bali United dibantai 6-0 saat bertamu ke markas Borneo FC.

Untuk urusan mencetak gol, Bali United memang bukan yang terbaik karena baru memasukkan 40 gol. Masih kalah dari Arema FC yang sudah memasukkan 52 gol. Namun produktifitas gol ini menjadi tidak begitu penting mengingat dengan 40 gol saja sudah menghasilkan 57 poin saat ini. Dengan jumlah gol sama, Persebaya malah masih bercokol di posisi 11. Melihat angka, Bali United memiliki keseimbangan antara menyerang dan bertahan.

Segera Bangkit, Kembali Fokus

Kompetisi yang sudah memasuki babak-babak akhir ini tentu akan membuat Stefano Cugurra Teco berbenah melihat performa timnya. Mau tidak mau, Bali United harus cepat berbenah kalau tidak mau timnya terperosok lebih dalam yang bisa membuat timnya gagal menjuarai trofi Shopee Liga 1. Bali United akan segera bangkit dan fokus untuk tidak kehilangan poin lagi.

Target Juara Sebelum Kompetisi Berakhir

Bali United memiliki target mengunci klasemen puncak sebelum kompetisi Shopee Liga 1 berakhir. Dengan begitu, Bali United harus memenangkan setidaknya 4 pertandingan lagi untuk mengamankan gelar.

Tersisa 4 Laga Kandang

Dari 7 sisa pertandingan, 4 laga diantaranya merupakan pertandingan kandang. Kita tahu bahwa Bali United memiliki rekor yang sangat bagus di kandang. Sepanjang kompetisi ini, Bali United belum pernah kalah di kandang dan hanya sekali meraih imbang kala bersua dengan Persela Lamongan di akhir Oktober kemarin. Tim asuhan Nilmaizar inilah yang menjadi pemutus rekor kemenangan sempurna Bali United di kandang.

Peluang Bali United menjuarai Shopee Liga 1 sangat-sangat terbuka. Aku sih yakin Stefano Lilipaly cs akan mengangkat trofi turnamen sepakbola terbesar di Indonesia ini. Sangat kecil kemungkinan Bali United gagal menjuarai Shopee Liga 1, kecuali kalau performanya di sisa kompetisi terus menurun. Itu menurutku ya...

Shopee selaku sponsor utama Liga 1 2019 ini punya banyak hal seru lho! Selain kita mengikuti setiap pertandingannya, kita juga bisa ikut merasakan berbagai keseruan lain bersama Shopee seperti tebak juara, vote pemain dan klub terfavorit, ikut kuis Shopee Liga 1 berhadiah hingga jutaan rupiah, ikut Shopee Serba 10 ribu jersey klub favorit bertanda tangan dan masih banyak lagi. Kita juga bisa membeli official merchandise lewat aplikasi Shopee lho!



*Artikel ini diikutsertakan dalam Kontes Blog Shopee Liga 1

0 Comments

Posting Komentar