Ke Wonosobo Jangan Lupa Ngopi, Kenikmatan Tanpa Dosa

Apa sih yang kita pikirkan tentang Wonosobo? Tentunya tidak lepas dari berbagai destinasi wisatanya yang menjadi favorit ya kan? Sebut saja Kawah Sikidang, Telaga Warna, Dieng Plateau, Gunung Prau, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Candi Arjuna, dan masih banyak lagi.

Iklimnya yang khas ala dataran tinggi juga membuat yang pernah ke sana merasakan sensasi berbeda yang akan kita rindukan selepas kita pulang dari sana. Suasananya itu lho yang bikin baper, apalagi kalau ada yang terkenang. Ciat..ciat!!

Aku sendiri sudah dua kali pergi ke Wonosobo. Pertama kali aku diajak oleh temanku pada tahun 2016 lalu untuk mendaki Gunung Prau. Itulah pertama kalinya aku mendaki gunung. Untuk menuju ke sana, aku memerlukan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan dari tempat tinggalku di Kebumen. Nih foto yang aku ambil pada 11 September, 2016.





Kedua kalinya, aku ke sana bersama teman-teman sedesa yang juga ingin merasakan suasana asrinya Wonosobo. Namun karena kami semua tidak ada yang memiliki pengalaman mendaki, akhirnya kami memutuskan untuk camp di Savana Pangonan.
Foto diambil pada tanggal 5 Mei 2018 lalu.




Dua kali mengunjungi negeri di atas awan ini membuatku masih ingin ke sana lagi untuk menikmati vibe khas Wonosobo.

Di samping itu, selain destinasi wisata, kultur dan budayanya, ternyata satu hal lagi yang pantang dilewatkan ketika mengunjungi Wonosobo.

Kopi...

Dinginnya suasana dataran tinggi dan puncak gunung sangat cocok ditemani dengan secangkir kopi. Menikmati sunrise atau sunset akan lebih lengkap kalau sambil ngopi ya kan? Srupuuuut, ah! Sebuah kenikmatan tanpa dosa.


Ngopi di Gunung Prau | Instagram/@missjazzycat


Lebih mantap lagi kalau kopi yang kita minum merupakan kopi terenak se-nusantara. Kopi Gayo, Kopi Toraja Mandailing memang nikmat, tapi bukan itu.

Ialah Kopi Arabika Kalibening yang merupakan pemenang kontes Festival Kopi Nasional Bondowoso 2017. Siapa menyangka kalau tempat awalnya hanya kita kenal dengan destinasi wisatanya juga memiliki produk kopi unggulan yang tidak diragukan lagi kualitasnya dan menjadi buruan para pecinta kopi.


Kopi Arabika Kalibening | jateng.tribunnews.com


Kopi Kalibening ini dipetik saat sudah matang berwarna merah dan selanjutnya dikupas kulitnya. Selanjutnya, biji kopi ini difermentasi selama 8 sampai 12 jam sebelum dijemur dan dikupas kulit tanduknya. Setelah itu, barulah kopi ini dijemur kembali dan masuk ke tahap roasting yang merupakan tahapan penting ke dalam citarasa kopi itu sendiri.

Kopi ini memiliki citarasa yang unik dan memiliki keunggulan secara menyeluruh baik fragrance, flavor, body, acidity, dan aftertaste-nya.

Fragrance merupakan bau bubuk kopi sedangkan aroma adalah bau kopi setelah diseduh.
Flavour merupakan penentu kualitas dan komplektivitas kopi. Perpaduan antara aroma, acidity, dan juga aftertaste akan menghasilkan kombinasi yang pas yang bisa kita rasakan dengan lidah dan hidung ketika uap mengalir dari mulut ke hidung.
Body adalah rasa yang kita dapatkan saat kopi berada di dalam mulut. Umumnya, body yang kental memiliki rasa yang nikmat namun beberapa jenis kopi enak memiliki body yang ringan.
Acidity adalah sebuah rasa asam yang enak ketika kopi pertama kali diseruput.
Aftertaste merupakan lamanya rasa dan aroma bertahan di dalam rongga mulut bagian belakang. 
Balance, gabungan semua aspek di atas yang mempengaruhi kualitas enak atau tidaknya sebuah kopi.


jowonews.com


Selain Kopi Kalibening ini, ada banyak kopi andalan dari Wonosobo dan  Banjarnegara. 

Kopi Arabika Slukatan

Kopi ini tumbuh pada ketinggian 1.250 mdpl di lereng Gunung Bismo, petak 3, Mojotengah. Citarasa yang ditawarkan dari kopi ini adalah pedas seperti halnya Arabika Mandailing.

Kopi Arabika Bowongso

Ditanam pada ketinggian 1600 hingga 2000 mdpl di lereng Gunung Sumbing. Kopi ini memiliki citarasa rempah, lemon, dan sedikit cabai. Selain itu, kopi ini juga memenangkan Uji Citarasa Kopi Arabika Jawa Tengah pada tahun 2015.

Kopi Ratamba

Kopi ini ditanam oleh kelompok tani Sido Mulyo di Desa Ratamba, Pejawaran, Banjarnegara. Mulai diproduksi pada tahun 2012 lalu dan ditanam di atas ketinggian 1250 mdpl. Kopi ini meraih peringkat 20 dalam Kopi Spesialti Indonesia ke-7 di Banyuwangi pada tahun 2015. 

Kopi Senggani

Tidak jauh dari Desa Ratamba, terdapat Desa Pedugungan yang juga penghasil kopi yang tak kalah nikmatnya, Kopi Senggani. Desa terpencil ini memproduksi kopi yang telah meraih banyak prestasi. Karena itu, warga Desa Pedugungan membangun tugu kopi atas keberhasilannya mengolah kopi terbaik.

Selain kopi-kopi di atas, masih ada banyak jenis kopi yang kualitasnya patut diperhitungkan seperti Kopi Arabika Mlandi, Tambi, Butuh, Sontoyanan, Leksana, Babadan, dan masih banyak lagi.

Kualitas kopi-kopi ini juga tidak lepas dari letak geografis Wonosobo dan Banyumas yang sangat ideal untuk menanam kopi baik ketinggian dan suhu.

Siapa yang menyangka, dibalik banyak tempat destinasi wisatanya terdapat potensi kopi yang belum banyak orang ketahui namun kualitasnya tidak diragukan lagi. 

Nah, buat kalian yang ingin berkunjung ke Wonosobo baik untuk mendaki, berwisata, atau lainnya, jangan lupa untuk mencoba secangkir kopi berkualitas dari Wonosobo dan Banjarnegara. Dengan begitu, kunjungan kalian menjadi lebih berkesan.

Namun untuk pecinta kopi yang belum bisa menyempatkan waktu untuk mengunjungi Wonosobo, tenang saja karena beberapa produk kopi khas Wonosobo sudah dijual secara online. Salah satunya adalah Kopi Arabika Kalibening yang bisa kita dapatkan di toko online.

Dinginnya Wonosobo dipadukan dengan hangat dan nikmatnya secangkir kopi terbaik dengan citarasa khas. Ah, nikmatnya....

Akupun berharap bisa secepatnya berkunjung ke sana lagi untuk mendaki Gunung Kembang untuk melihat lebih dekat Gunung Sindoro dan Sumbing. Tidak lupa aku akan membawa Kopi Arabika Kalibening. Ah, semoga bisa terlaksana.


Postingan blog ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Pameran Produk Inovasi Jawa Tengah 2019.
#LombaBlogPPIJateng2019
#PPIJateng2019Wonosobo
#20-22SEPTEMBER
#JawaTengahGayeng
#JawaTengahIndah

2 komentar

  1. Sore mas Adit.. Lm bgt ga mampir ke sini.. Ternyata msh setia dgn lomba"blognya ya... Semangattt.. Btw kl liat foto" nya sih keren ya... Ay pernh sekali ikut pwndakian.. Krn ga ada persiapan akhirnya malamnya badan pd memble... Tp puas bgt... Sy sk kopi hitam.. Apalgi kl langsung disiram air mendidih... Duh bau harum kopinya itulooh ga kuat

    BalasHapus
    Balasan
    1. SoreMba, iya nih Mba, tapi sekarang lebih sibuk di dunia nyata. Iya Mba, dulu juga pertama kali ndaki juga badan pada pegel. Hahaha

      Hapus


EmoticonEmoticon