Aku, Mata Kering dan Insto Dry Eyes


Mata kering merupakan kondisi di mana mata kekurangan air mata sehingga tidak bisa memberikan kelembaban pada mata. Fungsi air mata ini sendiri adalah untuk menjaga permukaan mata tetap halus dan melindungi mata dari gangguan luar seperti kotoran dan bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi. Air mata terdiri dari air, lemak, lendir, dan lebih dari 1500 protein.

Mata kering bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti:

1. Perubahan Hormon

Mata kering bisa disebabkan oleh perubahan hormon. Umumnya yang lebih beresiko terkena mata kering adalah wanita karena merekalah yang paling sering mengalami perubahan hormon (masa kehamilan, menopause, penggunaan pil KB).

2. Faktor Usia

Produksi air mata akan menurun seiring bertambahnya usia. Itu sebabnya mata kering juga sering dialami oleh orang yang sudah lanjut usia.

3. Kondisi Medis

Selain dua sebab di atas, bekurangnya produksi air mata juga bisa disebabkan oleh beberapa penyakit seperti diabetes, lupus, scleroderma, HIV, defisiensi vitamin A, Bell's palsy, dan lainnya. Orang yang mengalami mata kering juga bisa disebabkan karena Meibomian Gland Dysfunction (MGD) yang merupakan peradangan batas kelopak mata yang menghadang kelenjar air mata untuk memproduksi air mata.

4. Pengaruh Obat

Efek samping obat-obatan seperti antihistamin, dekongestan, pengganti hormon, antidepresan, kontrasepsi oral, obat parkinson, obat darah tinggi juga bisa menyebabkan mata kering.

5. Lingkungan

Faktor-faktor lingkungan seperti debu, asap, angin, AC, terlalu lama di depan monitor juga bisa memperparah mata kering karena mengakibatkan air mata menjadi lebih cepat menguap.

Mata kering bisa dialami oleh siapa saja, termasuk saya. Akhir-akhir ini saya mengalami mata kering. Salah satu yang faktor yang menyebabkan saya mengalami mata kering adalah karena pola hidup saya.

Saya adalah seorang pramuniaga di sebuah minimarket di dekat tempat saya tinggal. Setiap hari saya berada di dalam ruangan ber-AC selama 8 jam lebih dan hal itu menyebabkan air mata menjadi cepat menguap.

Hal itu diperburuk dengan jalan rusak yang setiap hari saya lalui untuk berangkat dan pulang kerja. Meskipun saya selalu memakai helm tertutup namun tetap saja masih ada debu yang masuk, apalagi sekarang ini adalah musim kemarau. Paling malas kalau berpapasan dengan kendaraan roda empat atau lebih, debunya itu lho.

Jalan yang setiap hari saya lewati. Debunya nampol gan!


3 minggu belum dicuci sampai bisa buat nulis. hehehe

Selain keseharian saya yang harus berada di dalam ruangan ber-AC dan menghadapi debu-debu jalan rusak, saya termasuk orang yang tidak bisa lepas dari gadget saya. Setiap pulang kerja saya lebih sering menghabiskan waktu di depan smartphone saya untuk menonton drama Korea.

Nonton Hotel Del Luna


Drama Korea menyuguhkan cerita yang unik dan membuat kita selalu penasaran untuk menontonnya. Itu sebabnya saya suka menonton drama Korea dibanding sinetron di televisi. Selain itu juga karena pemainnya cantik-cantik. Kan pas untuk menghilangkan penat sejenak sepulang kerja, hehehe.

Tidak hanya dengan smartphone, saya juga sering bermain game di PC. Game sepakbola Pro Evolution Soccer (PES) adalah favorit saya. Kadang saya bisa menghabiskan waktu hingga 3 jam hanya untuk bermain game. Selain bermain game, kegiatan berlama-lama di depan layar saya adalah menulis postingan di blog, mengedit template, atau iseng-iseng edit foto yang saya ambil dengan smartphone saya.

Bermain master liga di PES, berhasil mengantarkan Prancis juara piala dunia.


Karena kebiasaan tersebut, saya mulai merasakan gejala-gejala mata kering. Sulit membuka mata saat bangun tidur. Salah satu yang saya rasakan adalah kelopak mata atas dan bawah saya menempel pada saat saya pertama kali membuka mata di pagi hari. Bukan yang sampai susah dibuka sih, tapi hanya sebatas merasakan kalau kelopak mata saya menempel.

Mata sepet dan berair. Ini sering terjadi ketika saya sedang tiduran sambil menonton drama Korea. Tiba-tiba saja air mata mengalir ke pipi. Mata kering kok malah berair sih? Nah, sebenarnya ini adalah air mata palsu yang kandungannya tidak seperti air mata pada umumnya. Ini terjadi karena respon tubuh terhadap mata kering yang kita alami.

Sensitif terhadap sinar matahari. Saat saya melihat sinar matahari yang menyinari sebuah benda, daun misalnya, rasanya itu begitu silau di mata.

Mata seperti berpasir. Ini yang bikin risih. Di dalam mata terasa seperti ada sesuatu yang mengganggu dan ini membuat saya merasa gemas ingin ngucek-ngucek mata saya. Padahal kan mengucek mata adalah hal yang tidak dianjurkan.

Mata perih. Ketika saya mulai bekerja, lama-lama mata saya terasa perih. Hal ini terjadi karena di dalam ruangan ber-AC air mata saya menjadi lebih cepat menguap. Begitu pula saat terkena angin ketika saya berkendara dengan sepeda motor. Apalagi anginnya membawa debu.

Mata pegel. Saat saya sedang menulis postingan di blog, mata saya terpaku pada layar laptop untuk memperhatikan kalimat yang saya tulis. Belum lagi kalau kebetulan saya sedang mengedit template blog di mana mata harus jeli memperhatikan setiap karakter kode html yang sedang diedit. Kalau salah, bisa repot lagi kan. Hal ini membuat saya menjadi lebih jarang berkedip. Itu yang membuat mata lelah dan terasa pegel.

Itu adalah gejala mata kering yang saya alami. Gejala mata kering juga bisa ditandai dengan mata merah hingga penglihatan kabur. Mata kering memang terlihat sepele namun tidak sesepele itu karena bisa mengakibatan masalah yang lebih serius kalau tetap dibiarkan.

Awalnya saya pikir ini adalah hal biasa yang nantinya akan sembuh sendiri. Tapi setelah saya pikir-pikir, faktor yang menyebabkan mata kering ini setiap hari saya lakukan. Mana mungkin akan reda dengan sendirinya ya kan? Mata adalah jendela dunia, saya tidak mau mata kering ini malah membuat masalah serius dalam mata saya. Nanti malah merepotkan.

Untuk meredakan mata kering yang saya alami ini, saya menggunakan obat tetes mata Insto. Karena Insto menghadirkan produk yang dikhususkan untuk menangani masalah mata kering, Insto Dry Eyes namanya.


Saya beli Insto Dry Eyes di apotek dekat rumah saya. Harganya pun amat sangat terjangkau. Saya beli dengan harga Rp 14.500,- saja untuk ukuran 7,5 ml (bukan harga resmi, beda tempat mungkin beda harga).


Menggunakannya seperti obat tetes mata pada umumnya, tinggal tetes saja. "Tes!", eh menceng, jatuhnya bukan ke mata malah ke pipi. Hayo! Ngaku pasti pernah mengalami kejadian begitu saat meneteskan obat tetes mata sendiri.

Setelah ditetesi, mata terasa segar dan ada sensasi dinginnya. Tidak ada rasa perih atau apapun, kecuali kalian meneteskannya bersama dengan sambal terasi. Bercanda kok, intinya tidak menimbulkan rasa apa-apa selain dingin. Setelah itu, mata terasa lebih segar. Itu yang selama ini saya alami saat menggunakan Insto Dry Eyes ini.

Insto Dry Eyes berfungsi sebagai air mata buatan yang digunakan sebagai pelumas pada mata untuk menambah kelembaban mata yang kering. Selain digunakan sebagai air mata buatan, kandungan aktif di dalam Insto Dry Eyes juga berperan untuk membunuh bakteri yang ada di dalam mata.

Selain karena ampuh untuk meredakan mata kering, hal yang saya sukai lainnya adalah ukurannya yang mini. Dengan ukurannya yang kecil, saya bisa membawanya dengan mudah ke mana pun saya pergi. Saya berani menggunakan Insto juga karena produk ini sudah dipastikan aman karena telah terdaftar dalam Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Untuk meredakan dan mencegah mata kering yang saya alami, saya juga melakukan tindakan lain selain menetesi dengan Insto Dry Eyes.

1. Lebih Sering Mengedipkan Mata


Hal ini saya lakukan baik ketika melihat gadget ataupun saat bekerja. Saat melihat gadget saya terkadang lupa berkedip karena terlalu fokus pada layar atau monitor. Sedangkan saat bekerja, hal ini untuk mencegah penguapan air mata lebih cepat karena AC.

2. Mengalihkan Pandangan dari Layar


Ketika saya sedang berada di depan layar, saya sekarang mengatur waktu kapan saya sesekali harus mengalihkan pandangan ke luar ruangan. Menurut penelitian, memandang objek berwarna hijau dapat membuat efek sejuk pada mata. Untungnya saya hidup dipedesaan di mana di samping rumah masih banyak pepohonan rindang.

Contoh objek berwarna hijau. Wkwk


3. Memperhatikan Kecerahan Layar

Saya selalu mengatur tingkat kecerahan layar, baik di smartphone maupun di laptop. Untuk di smartphone, saya aktifkan fitur Reading Mode supaya mata tetap relax yang akan aktif begitu matahari terbenam dan mati ketika matahari terbit.

Mengaktifkan Reading Mode otomatis begitu matahari terbenam.


4. Mencegah Mata Kering Lewat Makanan


Untuk mencegah mata kering, saya harus mengonsumsi makanan yang mengandung gizi yang diperlukan untuk kesehatan mata seperti vitamin A dan omega 3. Bisa jadi faktor ini juga yang menyebabkan mata saya kering. Karena saya memang jarang mengonsumsinya.

Mata kering memang bisa diakibatkan oleh faktor yang saya sebutkan di atas, seperti perubahan hormon, pengaruh usia, kondisi medis, obat-obatan, namun mata kering juga bisa dipengaruhi dari kegiatan sehari-hari yang kita lakukan. Apalagi kita hidup di negara tropis yang cenderung panas, banyak polusi, dan kebiasaan kita berada di depan layar atau monitor.

Untungnya ada Insto yang menyediakan produk untuk membantu mata tetap terjaga dari gangguan, mulai dari mata iritasi hingga mata kering. Oleh karena itu, mari kita jaga kesehatan mata kita supaya bisa melihat keindahan dunia tanpa gangguan suatu apapun.






  • sumber gambar: dokumen pribadi dan ilustrasi diambil dari situs penyedia gambar gratis pixabay.com

2 komentar

  1. kayaknya aku mengalami mata berpasir sih. cukup sering
    tapi baru tau istilahnya, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, bisa jadi itu gejala mata kering Mba.

      Hapus


EmoticonEmoticon