Yang Masuk Ke Indonesia Baru Cinta Monyet, Cacar Monyet Jangan Sampai


Beberapa waktu terakhir, Indonesia dihebohkan dengan kabar wabah cacar monyet di Singapura. Hal itu membuat beberapa orang khawatir mengingat Indonesia dan Singapura bertetangga. Takutnya, penyakit ini menular dan mewabah di Indonesia. Jangan sampai deh.

Cacar monyet merupakan penyakit yang sangat awam untuk kita, khususnya saya. Yang saya tahu baru cinta monyet. Cinta monyet adalah kisah cinta antara dua monyet. Eh salah. Cinta monyet adalah kisah cinta manusia yang mirip monyet. Salah lagi. Cinta monyet merupakan kisah cinta yang terjadi di masa-masa masih remaja atau anak-anak dan belum terikat pada komitmen. Ya kurang lebih seperti itu. Lanjut ke cacar monyet. Kenapa jadi ngomongin cinta monyet sih.

Asal dan Penyebab Penyakit Cacar Monyet

Cacar monyet atau monkeypox merupakan penyakit yang berasal dari kawasan Afrika Tengah dan Barat. Pertama kali ditemukan di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970. Cacar monyet merupakan penyakit langka yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini ditularkan melalui hewan.

Kemudian, pada tahun 2003 ditemukanlah kasus cacar monyet pertama di Amerika Serikat. Kemudian, tanggal 8 Mei 2019 kemarin, seorang pria 38 tahun yang habis liburan dari Nigeria dirawat di National Centre for Infectious Diseases Singapura. Singapura pun mengkonfirmasi bahwa kejadian itu adalah cacar monyet pertama di Singapura. Tidak cuma itu, 22 orang terdekat dengan pria itu harus menjalani karantina.

Gejala dan Periode Infeksi

Awal mula monkeypox ditandai dengan pasien yang mulai mengalami demam diikuti dengan sakit kepala yang intens. Kemudian, disertai juga dengan pembengkakan pada nodus limfa atau limfadenopati. Pasien juga akan mengalami nyeri punggung dan nyeri otot, dan tubuh merasa kekuarangan energi. Ini merupakan periode invansi dan biasanya berlangsung selama 5 hari.

Selanjutnya, ruam pada kulit mulai muncul terutama di area wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini pun mengalami beberapa fase, mulai dari ruam bintik merah layaknya cacar biasa kemudian melepuh berisi cairan bening. Ruam tadi berubah menjadi berisi nanah dan mengeras. Untuk benar-benar hilang, ruam-ruam ini biasanya butuh waktu hingga 3 minggu.


Cara Mencegah Cacar Monyet

Sampai saat ini, belum ditemukan vaksin atau cara perawatan yang tepat untuk menangani dan mengobati cacar monyet. Oleh karena itu, langkah preventif adalah cara paling tepat untuk terhindar dari penyakit ini. Ada dua cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit ini.

  • Menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat dan primata.
  • Pastikan daging yang kita konsumsi benar-benar dimasak dengan baik dan matang.


Untuk saat ini, kemenkes mengatakan bahwa belum ditemukan jika penyakit ini dapat ditularkan antar manusia. Jadi, tidak perlu khawatir.


Apakah Cacar Monyet Berbahaya?

Belum ditemukannya obat untuk menyembuhkan cacar monyet, membuat cacar monyet menjadi penyakit yang mematikan jika tidak segera ditangani oleh dokter. Namun, hanya sedikit kasus yang mengakibatkan kematian dan kebanyakan pasien cacar monyet bisa sembuh.

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa penyakit ini bisa jadi ancaman serius untuk balita. Badan kesehatan dunia WHO mengatakan bahwa 1 dari 10 balita meninggal karena terserang monkeypox.


Pencegahan Pemerintah

Supaya penyakit ini tidak masuk ke Indonesia, pemerintah sudah melakukan upaya pencegahan di berbagai bandara dan pelabuhan Indonesia. Salah satunya adalah dengan memasang Thermoscanner, melakukan pemeriksaan, dan menyediakan ruang isolasi untuk antisipasi.

Demikian sedikit tentang penyakit cacar monyet. Semoga penyakit ini tidak sampai masuk ke Indonesia. Cukup cinta monyet saja yang melanda hati para remaja, cacar monyet JANGAN! Sebagai makhluk yang tinggal di Indonesia, sebaiknya jangan panik akan penyakit ini.

0 Comments

Posting Komentar