Era Revolusi Industri 4.0: Saatnya Ciptakan Peluang Baru

Revolusi industri 4.0 itu apa sih? Bukan sejenis gorengan kan?

Akhir-akhir ini aku sering mendengar dan melihat kalimat 'revolusi industri 4.0' di berbagai media. Apalagi setelah revolusi industri juga menjadi salah satu tema yang dibawakan saat debat calon presiden belum lama ini. Tapi aku tidak akan membahas debat, karena biar mereka yang lebih paham dan kompeten yang berbicara.

Sejujurnya aku tidak tahu bagaimana menjelaskan revolusi industri 4.0 itu apa. Setidaknya aku tahu maksudnya. Maksudnya ya seperti itu, pokoknya begitu deh. Susah dijelaskan dengan kata-kata.

Menurut Wikipedia, revolusi industri 4.0 merupakan penggabungan teknologi otomasi dengan teknologi siber-fisik. Penggunaan Internet of Things (IoT) yang merata. Yaaa, kita tahu kalau internet sudah ditemukan sejak lama, namun saat itu penggunaannya masih belum menyeluruh. Nah, sekarang dunia menyadari hal itu dan menerapkan penggunaan internet di semua lini.

Penggabungan teknologi otomasi dengan teknologi siber ini memudahkan segalanya, lebih efisien, cepat, dan mengurangi biaya juga. Satu lagi, manusia. Ya, perlahan tenaga manusia mulai digantikan dengan tenaga mesin, robot yang semua sudah dilengkapi dengan kecerdasan buatan.

Salah satu contoh pekerjaan yang mulai digantikan oleh robot yang sudah ku temui adalah Customer Service di sebuah situs perbelanjaan online. Customer Service bot itu mampu menjawab semua pertanyaan dan memberikan solusi dari setiap masalah yang dikeluhkan pelanggan.

Aiko Chihira, robot pelayan di Toserba Jepang


Selain itu, di luar sana teknologi juga lebih maju lagi. Dari berita-berita yang kubaca, bahkan ada salah satu restoran di Jepang yang menggunakan robot sebagai pelayannya. Selain itu, ada banyak lagi seperti robot penggembala hewan ternak, pelayan hotel, penerjemah, robot polisi pengawas kota dan masih banyak lagi. Dalam teknologi otomotif, banyak produsen juga sudah menciptakan mobil yang bisa autopilot, alias bisa berkendara sendiri tanpa bantuan sopir manusia. Di California bahkan sudah diciptakan jalan khusus untuk mobil-mobil yang punya teknologi tersebut.

Knight Scope, robot security. dok: geek.com


Contoh lagi, di China sudah ada penyedia jasa properti yang mampu membuat rumah dalam waktu sehari dengan biaya kurang lebih Rp 100 jutaan saja. Mereka menggunakan teknologi 3D painting tanpa bantuan manusia. Tinggal program, atur, dan jadilah rumah. Kemajuan teknologi yang semakin maju ini membuatku sadar bahwa perlahan tenaga manusia akan digantikan oleh robot. Wah, sebagai manusia, aku mikir dong bagaimana caranya aku tetap bisa sukses di era industri generasi ke-4 ini. Berarti, semua teknologi ini membuat pengangguran bertambah dong?

Banyak Peluang Kok

Ya, aku pikir tenaga manusia perlahan akan digantikan oleh robot. Tapi tidak semuanya. Jika dilihat-lihat, pekerjaan yang akan digantikan oleh mesin itu bersifat repetitif dan low profile. Artinya, pekerjaan yang berulang-ulang, hanya itu-itu saja lambat laun akan hilang. Contohnya ya seperti yang tadi disebutkan, pelayan restoran, pramuniaga, karyawan pabrik.

Tapi disamping berkurangnya penggunaan tenaga manusia, dampak dari industri 4.0 ini juga akan menciptakan peluang dan lapangan kerja baru yang dulunya masih belum ada. Teknologi mungkin semakin berkembang, tapi manusia tetalah manusia. Secanggih apapun mesin, tetap ada hal yang hanya bisa dilakukan oleh manusia. Itu sebabnya aku sadar kalau aku juga harus menambah skill untuk menghadapi era industri 4.0 ini.

1. Berpikir Kritis

Sebagai orang yang hidup di era ini, bisa berpikir kritis itu sangat perlu. Apalagi persaingan semakin ketat, lengah sedikit saja bisa tenggelam kita.

2. Bisa Mencari Solusi

Selanjutnya adalah bagaimana kita bisa menemukan solusi dari permasalahan yang ada. Misalnya, dulu orang-orang mau naik ojek ya harus ke pangkalan ojek. Tapi sekarang, ada orang punya solusi supaya kita hanya menunggu di depan rumah dan tukang ojek yang menjemput kita, lahirlah ojek online. Itu hanya satu contoh kecil ya...

3. Kreatifitas

Orang-orang biasanya mencari sesuatu yang unik dan berbeda. Kalau mau suskes, rasanya harus punya pikiran dan jiwa yang kreatif. Yang bisa kulihat saat ini dalam dunia smartphone, jika awalnya layar hanya punya rasio 16:9 saja, lalu munculah iPhone dengan layar disertai 'notch' atau poni yang laris dipasaran dan menjadi tren diikuti oleh produsen smartphone lainnya. Lalu ada juga Vivo yang pertama kali menerapkan teknologi sidik jari di layar, itupun kini menjadi tren terbaru. Contohnya terlalu tinggi ya? Ya setidaknya kita jadi tahu kalau yang berbeda itu biasanya dicari banyak orang.

Hal ini bisa kita terapkan dalam usaha apapun yang kita geluti. Dalam usaha kuliner, kita bisa melakukan dalam strategi marketing yang unik untuk menarik pelanggan. Bisa lewat citarasa, iklan, bungkusnya, tempat, pelayanan, dan sebagainya.

4. Relasi dan Koordinasi

Dalam usaha meraih kesuksesan, tentu tidak bisa dicapai seorang diri. Kita harus punya relasi dengan pihak lain untuk melancarkan usaha yang sedang digeluti. Punya relasi juga harus bisa diajak koordinasi tentunya. Contohnya kalau punya usaha dibidang katering, tentu harus punya relasi dengan penyedia bahan mentah makanannya seperti sayur, daging, beras, dan lainnya.

5. Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional itu perlu di dunia yang penuh dengan persaingan. Persaingan ketat, otomatis jobdesk kita jadi lebih banyak dan kita rentan terhadap stres. Disitulah, perlunya kecerdasan emosional. Mampu mengendalikan stres bisa jadi kekuatan di industri 4.0 ini. Bagaimana kita bisa mengubah semua itu sebagai strategi. Karena kalau kita tidak bisa me-manage itu, bisa-bisa usaha yang kita geluti bisa gulung tikar karena menyerah dan tidak mampu bersaing.

Yang Nulis Bagaimana?

Siapa yang nulis? Oh iya, aku. Aku sebagai blogger menyadari bahwa kelima poin di atas juga perlu diterapkan tak terkecuali di dalam dunia blogging. Tidak bisa dipungkiri memang, persaingan blogger juga semakin ketat.

Dan karena itu pula blog pribadi yang ku kelola ini tidak berkembang karena, yaaaaa seperti yang terlihat ini. Aku masih malas-malasan menulis, tulisanku biasa saja, dan kadang masih belum konsisten. Tapi di samping itu, ada rencana yang ingin aku lakukan dalam waktu ke depan. Masih tidak jauh-jauh dari dunia blogging tentunya.

CINGIRE.ID: Portal Ngapak


Aku baru saja membeli domain cingire.id dari Niagahoster. Kebetulan saat itu ada promo domain .id, ya sudah kebetulan juga aku ingin pakai domain .id supaya punya identitas khas. Domain ini aku beli seharga Rp 115.000/tahun (harga normal Rp 250.000). Kebetulan juga aku punya poin di Niagahoster yang bisa ditukar menjadi voucher potongan harga untuk membeli hosting maupun domain. Waktu itu aku menukar 250 poin yang bisa ditukar dengan potongan harga Rp 25.000 domain .id. Lumayanlah, jadi aku hanya membayar Rp 115.000 - 25.000 + 10% PPN saja. Totalnya aku hanya harus membayar Rp 99.000 saja untuk domain cingire.id.

Nah, CINGIRE.ID ini nantinya akan menjadi portal berita berbahasa jawa dengan logat ngapak khas daerah Kebumen, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan daerah ngapak lainnya. Bukan portal berita seperti situs-situs berita lain ya, melainkan hanya akan membahas beberapa topik perharinya yang dirasa sangat hangat dan menarik, dengan bahasa ngapak tentunya.

Saat mencoba dikenalkan kepada masyarakat, ternyata mendapat respon positif. Tujuannya adalah supaya orang-orang terbiasa membaca, memberikan berita yang bukan hoax, informasi dan tetap melestarikan bahasa ngapak itu sendiri.

Maen artinya kurang lebih sama dengan bagus.


Respon masyarakat terhadap CINGIRE.ID


Namun saat ini aku masih menumpang di layanan Blogger, belum dengan self-hosting. Tapi perlahan-lahan akan pindah dengan hosting sendiri. Bukan tanpa alasan, hal itu karena aku juga ingin menambahkan fitur jual beli online di daerahku. Aku melihat banyak sekali grup-grup jual beli online di facebook. Namun sesekali ada postingan di grup yang kecewa karena gagal CoD, barang tidak sesuai, dan keluhan lain. Jadi sebabnya aku ingin membuat forum jual beli online juga di CINGIRE.ID dengan menyediakan garansi.

Grup jual beli di Facebook yang ku ikuti.


Dengan begini, orang-orang bisa tetap mendapatkan informasi dan juga bisa berjualan dengan aman.

Untuk penyedia hostingnya, nantinya aku akan tetap memilih Niagahoster. Pertama karena sejak awal aku memulai ngeblog juga beli domain di sini. Kedua, pelayanannya memuaskan dan semua serba mudah termasuk metode pembayaran. Ketiga, fitur yang ditawarkan lengkap. Berikut adalah beberapa paket hosting yang tersedia di Niagahoster



Selain itu, kalau beli hosting Niagahoster juga akan mendapatkan fitur unggulan seperti:

  • Bandwidth Unlimited & Gratis SSL Selamanya
  • Domain gratis selamanya (kecuali Paket Bayi)
  • Panel kontrol mudah digunakan dari cPanel
  • Softaculous. Wordpress, Joomla, dll (total lebih dari 320 apps)
  • Website builder
  • Fitur optimasi search engine dari Attracta SEO tools
  • Monitoring keamanan dan proteksi DDoS 24/7
  • Bantuan 24 jam nonstop
  • Pilihan server Jakarta dan Singapura
  • Garansi uptime 99,9% dan garansi 30 hari uang kembali.


Lengkap banget kan? Itu sebabnya aku ingin beli hosting di sini saja.

Oh iya, untuk CINGIRE.ID, kalau nanti bisa berkembang, aku juga ingin membuat dalam bentuk aplikasi supaya lebih mudah dioperasikan lewat smartphone. Tapi nanti, soalnya aku belum paham tentang bahasa pemrograman. Tapi untuk hosting tempat menyimpan datanya, tetap Niagahoster.

Begitulah strategiku untuk sukses dalam melewati tantangan di era revolusi industri 4.0 ini. Yang penting tetap optimis, jangan pernah menyerah, dan mau belajar dan berkembang.

Belum ada Komentar untuk "Era Revolusi Industri 4.0: Saatnya Ciptakan Peluang Baru"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel