Teori Menjadi Orang Yang Bahagia - ADITTP.com

Teori Menjadi Orang Yang Bahagia

Andre Furtado/Pexels.com

Semua orang pasti menginginkan kebahagiaan, termasuk saya karena saya juga orang. Dan kalau sudah bahagia, pasti inginnya bahagia terus. Namun, definisi bahagia bagi setiap orang mungkin berbeda-beda. Begitupun dengan usaha dalam mencapai kebahagiaan itu. 

Bahagia bukanlah hal yang sulit untuk dicari, sebenarnya begitu. Bahagia itu sederhana kok, contohnya berkumpul dengan orang yang kita sayang dan cintai saja sudah bahagia. Bahkan, hanya sekedar senyum dan ramah kepada orang saja kita sudah merasa bahagia. Kalian merasa begitu juga nggak?  

J Carter/pexels.com


Tersenyum bikin bahagia, itu ada penjelasan medisnya lho! Begini penjelasan medisnya seperti yang telah dilansir di laman hellosehat. Pada saat kita tersenyum, itu akan mengaktifkan pelepasan neuropeptida. Neuropeptida adalah molekul perantara antar sel saraf agar saling terkoneksi untuk menghilangkan stres. Neuropeptida juga yang membuat organ tubuh tahu jika terjadi perubahan suasana hati, baik sedih, marah, atau bersemangat. 

Selain itu, hormon dopamin, serotonin, dan endorfin juga ikut dilepaskan sehingga kita merasa bahagia. Saat pelepasan hormon tersebut, denyut jantung dan tekanan darah menurun, sehingga tubuh menjadi lebih rileks. 

For your information (nggaya dikit pakai bahasa Inggris), hormon serotonin adalah hormon yang dihasilkan oleh tubuh berfungsi sebagai anti depresan alami dan ampuh untuk meredakan depresi dan stres. Sedangkan endorfin adalah pereda nyeri alami yang dihasilkan oleh tubuh dan tidak memiliki efek samping.

Bahagia itu sederhana, dan bisa kamu mulai dari diri sendiri. Tapi mengapa banyak orang berjuang keras sekali untuk meraihnya? Berikut adalah teori untuk meraih kebahagiaan yang hqq (dibaca: hakiki). 

1. Maafkan Diri Sendiri dan Orang Lain

Brigitte Tohm/pexels.com


Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan di masa lalu yang mungkin masih kamu sesali sampai hari ini. Dan mungkin juga kamu masih punya rasa sakit hati atas luka yang orang lain berikan. Jika iya, jangan simpan luka itu berlama-lama. Sudahlah, maafkan dirimu dari sesuatu yang sudah berlalu. Maafkan juga orang lain yang mungkin pernah melakukan hal buruk terhadapmu. Yang lalu biar jadi pelajaran supaya kita tidak melakukan kesalahan yang sama. Bisa jadi, kamu tidak bahagia karena masih belum memaafkan dirimu sendiri dan membiarkan luka membara di dalam hati. 

2. Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain

David Bartus/pexels.com


Ada kalanya kamu selalu membandingkan dirimu dengan orang lain. Berhentilah melakukan itu karena hanya akan merendahkanmu. Selain itu, membandingkan diri sendiri dengan orang lain hanya akan membuat kamu merasa frustasi. Daripada membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik melakukan hal yang kamu sukai dan menambah potensi diri.

3. Bersyukur Atas Apa yang Kamu Miliki

Bruce Mars/pexels.com


Salah satu kunci kebahagiaan adalah dengan cara bersyukur. Bersyukur akan menjauhkanmu dari segala penyakit hati. Dengan bersyukur pula hatimu akan lebih tenang dan menciptakan energi yang positif. 

4. Jangan Jadikan Uang Sebagai Sumber Kebahagiaan

Rawpixel/pexels.com


Banyak orang berpikiran dengan memiliki uang banyak maka hidup akan bahagia. Namun nyatanya tidak seperti itu, Ferguso. Kamu yang masih berpikiran uang adalah sumber kebahagiaan mungkin karena kamu jarang memiliki uang. Semua orang butuh uang untuk memenuhi kebutuhannya, namun kebahagiaan tidak selalu bisa dibeli dengan uang. Kalau kesenangan masih mungkin bisa didapat hanya dengan uang. Namun kesenangan belum tentu kebahagiaan. Karena ada juga kesenangan yang bisa menghanyutkanmu ke dalam jurang bernama ketidakbahagian atau samudera bernama penderitaan.

5. Berbuat Baik Pada Sekitar

Pixabay/pexels.com


Saat kamu membantu orang lain, kamu membuat orang itu bahagia dan kamu juga auto bahagia. Asal dilakukan dengan hati yang ikhlas. Ada orang bilang, "bahagia-in orang lain mulu, kapan bahagia-in diri sendiri?". Kalau sampai kamu merasa begitu, mungkin kamu tidak ikhlas saat melakukannya. Pada dasarnya, bahagia itu menular. Tidak hanya berbuat baik pada orang sekitar, berbuat baiklah pada diri sendiri dengan tidak menyakiti dirimu sendiri.

Begitulah teori untuk menjadi bahagia. Mudah sekali bukan? Membacanya.  Oleh karena itu segera praktekkan. Itu baru teori guys makanya mudah.

Sok-sokan nulis beginian, memangnya yang nulis udah bahagia? Hmm... bahagia yang merasakan diri sendiri kok dan bagaimana orang itu mendefinisikan arti sebuah kebahagiaan. 


KOMENTAR

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel