Kenapa Korban Pelecehan Malah Dibully? Mungkin Karena Ini [Opini]

Tom Wang/Shutterstock

Beberapa waktu yang lalu, ada kasus tentang pelecehan seksual yang dialami oleh seorang mahasiswa. Dan saat berita itu turun dan tersebar di media sosial, netizen tak berdosa membanjiri kolom komentar dengan hinaan, bully-an kepada korban. Namun tidak sedikit juga orang yang membela korban.
Agak aneh memang, korban kok malah di-bully habis-habisan. Ah, susah memang. Kenapa itu bisa terjadi? Mungkin begini, ini menurut pandangan saya pribadi ya...

Menurut saya, semakin ke sini, harga diri seorang wanita itu anjlog. Bukan tanpa alasan, tapi melihat dari kelakuan beberapa wanita sekarang itu seperti tidak punya malu lagi. Pertama, dari mereka yang secara terang-terangan menawarkan diri. Nyatanya sekarang hal-hal seperti itu seperti hal yang tidak tabu lagi. Hal seperti itu sangat mudah ditemui di Twitter. 

Yang kedua, mereka yang mau melakukan itu secara sukarela. Baik dalam bentuk grafis maupun aksi. Ya nyatanya banyak wanita yang tidak sungkan lagi untuk memberikan foto aset pribadinya, atau video pribadinya, bahkan melakukan langsung. Nah, di era digital ini, sayangnya yang para wanita ini beri kepercayaan tidak sepenuhnya menjaga kepercayaan itu. Akhirnya bocorlah dalam bentuk foto ataupun video. 

Banyak kok sekarang yang menyebarkan video wanita memamerkan tubuhnya sendiri, sampai yang mastur***i. Link-link bertebaran, diputar oleh siapa saja yang penasaran. Siapa yang nggak penasaran coba, itu seperti sesuatu yang indah dipandang. Dan kebanyakan mereka yang melakukan itu masih remaja, jelas masih segar nan menggoda lah. 

Link pemersatu bangsa berisi video. dok:pribadi

Kalau di Twitter malah tinggal play, tanpa harus klik link atau download dulu.
Itu yang menyebabkan setiap korban pelecehan malah semakin di-bully dan membuat mereka tidak berani melapor jika ada kejadian menimpanya. Lha wong perempuan seperti tidak ada harganya lagi. Semua konten-konten itu terlihat original, bukan seperti film porno dari Jepang atau Amerika yang sudah diatur skenario sutradara. 

Akhirnya, netizen menganggap remeh bahkan tidak punya rasa empati lagi terhadap hal-hal seperti itu. Ya mungkin wanita sekarang dianggap lebih gampangan mungkin.

Karena itu, sampai kapan kalian sadar? Mau sampai kapan mau ngasih sesuatu yang gratis kepada orang yang bukan siapa-siapa? Sekalipun itu pacar, apakah pacar akan menjamin bahwa dia akan menjaga privasi dan dia sosok yang akan jadi pendamping hidupmu? Sekali kalian mau berbagi, dia akan minta lagi. Kalau minta tapi nggak dituruti, ngancem putus atau nyebar privasi hingga diancam mati. Akhirnya kalian sendiri yang jadi korban (lagi). 

Kalau melapor, malu sendiri karena ngirim-ngirim sendiri, ngelapor sendiri. Belum lagi dapat bully, makin hancur dah hati ini. VA aja 80 juta, privasi lebih aman. Lah lu? Udah gratis ditonton jutaan orang pula. Ya memang, itu badan-badan lu sendiri, hak lu mau ngasih liat ke siapa aja. Tapi masalahnya itu yang bikin harga diri wanita lain ikut turun. 

Makanya, buat yang pernah atau punya pacar, udah deh jangan mau kalau disuruh melakukan hal-hal seperti itu. Sekalipun lu cinta banget atau apapun itu. Nyatanya kadang pria itu memang brengsek, egonya tinggi, dan bisa jadi buas. Buat yang pernah, mending stop jangan lagi-lagi. Apalagi buat yang muslim, memamerkan aurat ke orang lain itu dosa lho. Stop menghancurkan harga diri sendiri karena memenuhi nafsu orang lain yang mengatasnamakan cinta. 

Saya menulis ini, kadang miris kalau ada berita tentang kasus pelecehan, komentar selalu penuh memojokkan korban. Padahal kita tau apa tentang korban? Bisa jadi korban memang orang baik-baik. Kenapa malah dihujat disaat dia terpuruk. 

Tulisan sama sekali tidak bermaksud menyalahkan perempuan, semua sama. Laki-laki yang baik tentu tidak akan melakukan/meminta/memaksa hal seperti itu. Perempuan, jangan mudah dibodohi oleh laki-laki. Bagaimanapun juga, perempuanlah yang lebih berpotensi menjadi korban. Bahkan akhirnya hanya jadi korban jika sampai terberdaya oleh pria brengsek. 

Ah, menyedihkan sekali. Biasanya modus cowok itu pertama sexting, kalau ceweknya nggak nolak, lanjut minta foto, terus video call, lambat laun sampai diranjang. Oh iya, gue juga cowok. Duh!

Kalau ada apa-apa, silakan sampaikan di komentar ya...


Mohon doa dan dukungannya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel