Saat Ingat Mantan... Baper Mode On! - ADITTP.com

Saat Ingat Mantan... Baper Mode On!


Sebagai seorang yang pernah merasakan indahnya jatuh cinta bersama dia yang kini tak lagi bersama, semua keindahan itu menjadi bencana yang melanda jiwa. Semua kenangan terkadang masih membayang, menghantui. Mengesalkan memang, apalagi tahu bahwa dia sudah bahagia bersama orang lain. Ah, sakitnya.

Jiwa yang belum move on ini makin tersiksa saat mulai datang musim hujan yang terkadang setiap rintiknya membawa kenangan kala dulu masih bersama. Hujan memang jahat, kok tega-teganya membangkitkan kenangan yang membuat hati merindukan hadirnya. Memang dibalik kebaikannya menyuburkan bumi ini ada sifat jahatnya yaitu membangkitkan kenangan masa lalu.


Memori muncul tanpa permisi, memang tidak mengagetkan, tapi bikin nyesek di hati. Galau melanda, galau yang percuma, tak ada lagi kata 'kita', hanya aku sendiri yang terluka. Nyata memang, aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu. Bagaimana bisa tahu, lha wong dia sudah ndak mau tau. Aku bisa apa?

Aku masih melihatnya dengan harapan bahwa dia masih memiliki sedikit rasa, harapan bisa bertemu lagi masih ada. Hati nampaknya masih belum sadar juga bahwa semua sudah tidak mungkin lagi. Saat itulah otak tak sejalan dengan hati. Otak sudah lelah menanti yang tidak pasti, namun hati tetaplah hati yang teguh meskipun harus mati.

Itu tahun lalu, tidak terasa sekarang sudah bulan Oktober lagi. Hujan bulan Oktober kali ini sudah tidak jahat lagi, akhirnya aku berdamai dengan rintik hujan. Semua hanya butuh waktu, rasakan, nikmati, jangan dilawan. Perlahan hati bisa menerima bahwa semua sudah tidak bisa lagi. Perlahan kenangan itu tertinggal, seperti tai kucing di pasir-pasir pantai. Terkubur beberapa hari, akhirnya hilang sendiri. Semua ada prosesnya.

Lambat laun, mengingatnya bukan lagi menginginkannya kembali. Semua terasa biasa dan tak lagi membangkitkan kenangan indah bersamanya. Bau parfum yang sama, tempat favorit berdua, suaranya, fotonya, semua tidak membuat baper lagi. Bertemu dengannya pun terasa biasa saja, melihatnya bersama pasangannya tak membuat hati lara.

Terimakasih...


Bagaimanapun juga, kau pernah membuatku bahagia. Bercanda tawa bersama dan mau berbagi waktu dan menemani hariku. Terimakasih juga pernah berjuang untukku meskipun pada akhirnya kita tak bisa bersama.

Maaf...


Dulu aku pernah membawamu dalam berbagai masalah di hidupku, maaf telah merepotkanmu. Maaf jika tanpa sadarku pernah menggores luka di hatimu.

Aku belajar... 


Tidak ada manusia sempurna di bumi ini, semua melakukan kesalahan. Perpisahan akan membuatku belajar bagaimana mencintai dan dicintai. Bagaimana untuk mencintai seseorang dengan sebaik-baiknya. Kini aku tahu bahwa mencintai tidak selalu berbuah manis.

Pulih dari rasa sakit memang tidak mudah, tak ada orang yang bisa menyembuhkanmu selain dirimu sendiri. Berdamailah dengan rasa sakit itu, berdamailah dengan hatimu. Perlahan kau akan menemukan obat dari rasa sakit hati itu sendiri.

Disentuh tidak sakit lagi, itu baru sembuh.

Hingga akhirnya kau bisa mendoakan yang terbaik untukmu sendiri dan dia yang pernah singgah di hatimu. Lalu kau mulai bernyanyi "Siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?". 

KOMENTAR

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel