ADITTP.com: Blog Sekarepe Dewek

Blog pribadi yang berisi tentang apa saja yang ada di dunia dan sekitarnya. Berbagi apa saja sesuai dengan kehendak pemiliknya. Suka-suka saya.

Jumat, 08 Juni 2018

Menikmati Sebuah Pelecehan Seksual dan Krisis Moral





Pergaulan sekarang memang bisa dibilang menjadi lebih bebas, privasi sudah seperti tidak ada lagi. Bukan tanpa alasan saya membuat postingan dengan judul seperti di atas. Sebagai manusia yang hidup di bumi dan berbaur, kadang miris jika melihat cara remaja sekarang bergaul.

Jumat, 8 Juni 2018, saya berencana untuk pergi ke sebuah pantai di sebuah daerah saya dengan dua orang teman. Apalagi sekarang bulan puasa kan rasanya segar menikmati pantai di pagi hari. Kami bertiga berangkat sekitar pukul 6 pagi, dan sampai 15 menit kemudian.

Di sana, suasana begitu sepi. Kemudian di salah satu warung kosong yang kami lewati, kami menjumpai pasangan remaja tengah berduaan. Ya ampun, padahal ini bulan Ramadhan ternyata masih saja ada yang beginian di tempat umum.

"Wajar dong, namanya juga pacaran ya berduaan?". Ya bagaimanapun juga berduaan di tempat sepi itu tidak enak dipandang kan? Mereka memang hanya duduk-duduk di bangku panjang, ceweknya di depan sementara si cowoknya di belakangnya dengan tangan di pinggang si cewek.

Berdasarkan penglihatan keenam mata kami bertiga saat mempergoki dan lewat di depan warung itu, ketika situasi sepi tangan si cowok berpindah ke suatu tempat yang bisa pembaca sendiri tebak. Ya, bagian-bagian sakral yang seharusnya tetap suci hingga pada saatnya nanti.

Jelas si cowok begitu menikmati dan ceweknya hanya diam, entah ikut menikmati atau terpaksa. Yang pasti, awalnya pasti si cewek jelas masih tak tersentuh kemudian terbawa nafsu beratasnamakan cinta. Kalau saya mencoba memahami perasaan si cewek saat menerima perlakuan seperti itu, mungkin ada berbagai hal yang membuatnya sedikit ada konflik dalam diri si cewek.

Mau nolak takut, belum lagi kalau cowoknya marah. Tambah lagi bumbu cinta dan segala upaya rayuannya. "Aku takut, tapi bagaimana lagi, aku nggak mau kehilangan dia (si cowok)". Sampai akhirnya setelah takluk di tangan cowoknya menjadi terbiasa bahkan sampai menikmati segala aktifitas tersebut dan menjadi menyenangkan.

Ya semua itu bisa dibilang wajar, mengingat sedang berada di usia yang sedang puber-pubernya. Ibarat buah sedang matang-matangnya. Entah pria maupun wanita pasti punya nafsu dan hasrat seksual kan? Tapi tetap saja kita harus bisa mengontrol itu semua.

Padahal tahukah kamu (cewek)? Kalian sudah menjadi korban pelecehan seksual lho! Sekalipun kamu menikmatinya, tetap saja itu bukan hal baik untuk dirimu, kehidupanmu, dan masa depanmu. Mohon maaf sebelumnya, kamu rela memberikan tubuh, aset berhargamu secara gratis dengan iming-iming cinta, kesetiaan, dan nikah kepada orang yang belum jelas akan menjadi jodohmu atau bukan.

Mungkin si cowok akan mengatakan "Ah gapapa, cuma sampai segini saja kok", namun pada akhirnya tetap saja akan terus berlanjut ke hal-hal yang lebih selayaknya hubungan suami istri. Dan jangan percaya kata-kata cowok yang mengatakan hal seperti di atas, karena nyatanya mereka mengincar yang paling berharga dalam dirimu untuk kepuasannya sendiri.

Mohon maaf lagi, pelac*r saja memberikan tarif atas tubuhnya, kamu malah secara cuma-cuma. Kalau sampai kebablasan, lalu timbul masalah bagaimana? Misal kamu kebablasan sampai hamil, semua mimpimu dan masa depanmu hilang. Beruntung jika orang itu mau bertanggung jawab, tapi tetap saja kehidupan pernikahanmu mungkin tak akan sebahagia pasangan lain. Bagaimana menghidupi anakmu, makan sehari-hari, dan kebutuhan lainnya?

Belum lagi kalau cowoknya kabur tidak mau bertanggung jawab, bagaimana kamu akan melalui hidupmu? Bagaimana kamu akan hidup kedepannya? Bayangkan saja, itu sama sekali tidak menyenangkan, itu berat melebihi rindunya Dilan.

Kamu punya anak tanpa seorang ayah, dibilang janda tapi belum pernah menikah, bukan janda tapi punya anak. Bagaimana jika nanti anakmu beranjak besar dan menanyakan ayahnya?

Kamu yang seharusnya sedang berjuang untuk menggapai mimpi, cita-citamu, keinginan untuk membahagiakan orangtua dan membuatnya bangga malah harus menghapus semuanya hanya karena pacaran yang kelewat batas. Kamu jadi merepotkan banyak orang, membuang cita-cita secara percuma.

Di usia yang sekarang ini mungkin kamu sedang begitu menikmati waktu, bersenang-senang, punya kawan, sahabat, dan sebagainya. Memang, namun bukan berarti kamu tidak berpikir jauh ke depan. Jangan sampai terlena karena hal yang seperti hal-hal di atas. Jangan terlena dengan kesenangan sementara yang beresiko menghancurkan masa depanmu.

Hidup hanya sekali dan tidak bisa diulang, jangan sampai kamu menyesalinya. Jika kamu punya pasangan yang mulai menjerumus ke hal-hal yang berbau lendir, pastikan kamu berani menyudahinya. Jangan takut kehilangan cintanya, karena mungkin kamu yang mencintainya tapi dia hanya melakukannya karena nafsu mengatasnamakan cinta. Tidak usah takut kehilangan orang seperti itu.

Dekatkan dirimu dengan Tuhan, minta perlindungan, semoga dikuatkan iman, dan sambil memperbaiki kualitas diri.
Untuk semua orang yang membaca tulisan ini dan sadar bahwa pacaran dengan nafsu itu tidak baik, mari kita semua sama-sama memperbaiki dan menjaga diri.

Yang cowok, mampu menjaga dirinya dari hal-hal yang bisa membuat syahwat-nya timbul.
Yang cewek mampu menjaga dirinya dari segala gangguan yang berhubungan dengan syahwat dan menjaga diri supaya tidak membuat laki-laki nafsu kepadanya.

Memang miris memang melihat keadaan saat ini, ada banyak sekali pelecehan seksual di mana-mana. Yang terbaru, artis dangdut terkenal Via Vallen menjadi korban pelecehan oleh salah seorang pemain sepakbola terkenal di Liga Indonesia.

Karena dirinya merasa dilecehkan, mbak Via kemudian membagikan obrolan yang ia lakukan di DM. Anehnya, banyak orang mem-bully Via Vallen. Ada yang bilang kampungan, cari sensasi dan hujatan menyedihkan lainnya.

Pendapat saya sih, kok aneh ya, ketika ada orang dilecehkan kok malah dibully. Saya pikir, dia (Mbak Via Vallen) benar, dia berani membongkar itu dan tidak tinggal diam. Seharusnya memang semua perempuan harus berani melawan saat mengalami pelecehan seksual.

Memangnya kalian mau ada pelaku pelecehan seksual yang berkeliaran bebas? Kalian sebagai cewek nggak takut jadi korban berikutnya? Aku pikir yang dilakukan Mbak Via Vallen ini benar karena hal itu juga bisa membuat si pelaku malu atas tindakannya.

Yang namanya sudah nafsu itu memang berbahaya, itu sebabnya sebagai laki-laki harus bisa menjaganya dengan baik. Yang namanya nafsu itu tidak pandang bulu, tidak peduli entah seorang guru, pengangguran, pekerja kantoran, direktur, kyai, atau siapapun mereka.

Kalau nafsunya sudah tidak terkontrol, ya paling-paling khilaf. Sudah banyak media memberitakan berbgai erita tentang kasus pemerkosaan, pencabulan, yang dilakukan dari berbagai kalangan. Sopir taksi online yang memperkosa penumpangnya, kyai yang mencabuli santrinya bertahun-tahun, ayah tiri dengan anaknya, paman sepada ponakan, kakek kepada cucu, pengangguran kepada siswa SMA, anak SD menghamili siswa SMP dan banyak berita mencengangkan lainnya.

Orang kalau sudah dikontrol nafsu bisa lupa segalanya. Oleh karena itu sebagai manusia, marilah kita berusaha memperbaiki diri bersama-sama, semoga bisa melewati cobaan dunia dan segala kesenangannya yang fana dan sementara.

Sebagai korban, pastikan kamu berani melaporkan, jangan sampai kamu diam dan takluk. Kalau pernah menjadi korban, diancam akan dibunuh, jangan takut. Laporkan, setelah itu minta perlindungan. Ada polisi, ada keluarga, tenang saja, pelaku tidak akan membunuhmu. Yang ada malah si pelaku yang segera diadili dan kamu tidak akan menerima pelecehan lagi.

2 Komentar Menikmati Sebuah Pelecehan Seksual dan Krisis Moral

  1. Tolak dan lawan segala bentuk pelecehan. Wanita harus sensitif kalo ada candaan yg nyangkut dengan katagori pelecehan jgn ragu untuk marah dan melawan. Wanita harus kuat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mba. Terimakasih sudah mampir

      Hapus

Back To Top