ADITTP.com

Blog pribadi yang berisi tentang apa saja yang ada di dunia dan sekitarnya. Berbagi apa saja sesuai dengan kehendak pemiliknya. Suka-suka saya.

Selasa, 20 Februari 2018

[Review] Dua Minggu Menggunakan Xiaomi Redmi 5A



Beberapa minggu yang lalu Xiaomi menggebrak pasar smartphone Indonesia dengan meluncurkan produk barunya. Xiaomi Redmi 5A, sebuah smartphone yang mampu merusak pasar dengan harganya yang miring. Bayangkan saja, smartphone ini dijual dengan harga Rp. 999.000,- saja yang bisa kamu beli di salah satu situs belanja online atau di gerai resmi Xiaomi-nya langsung. Sejak dipasarkan, Redmi 5A ini banyak dicari karena harga dan fitur-fiturnya. Saya sendiri tidak mau ketinggalan untuk ikut berburu Xiaomi Redmi 5A ini. Saya akui bahwa untuk mendapatkan gawai ini tidaklah mudah. Saya mengikuti flash sale di Lazada namun selalu tidak kebagian. Akhirnya pada flash sale yang ketiga kali saya ikuti, saya berhasil mendapatkan satu Xiaomi Redmi 5A. Alangkah girangnya hati saya.

Setelah itu saya menunggu Redmi 5A saya dikirim ke rumah saya. Butuh waktu kurang lebih 4 hari untuk sampai ke rumah. Begitu kiriman datang, saya langsung mulai unboxing untuk melihat isinya. Dalam kotak, terdapat sebuah Redmi 5A warna rose gold, charger, simcard ejector, kabel USB, buku panduan, dan sebuah kartu Indosat. Kesan pertama saat menyentuhnya adalah licin. Casing plastik yang terlihat seperti metal terasa licin namun cukup nyaman dalam genggaman.


Setelah itu, saya mulai memasang kartu dan menyalakan Redmi 5A-nya. Pada saat pertama kali nyala, saya disuguhkan dengan pemberitahuan update MIUI ke versi 9.2.2. Saya langsung update ke versi terbarunya karena ROM terbaru sudah tidak ada bug. Setelah menunggu update selesai, saya mulai mengotak-atik apa saja yang bisa dilakukan Xiaomi Redmi 5A ini. Pertama kali menggunakan, semua terasa smooth, tanpa lag. Setelah itu, saya mulai menggunakan Xiaomi Redmi 5A ini untuk kegiatan sehari-hari sampai hari ini. 

Hari ini, sudah dua minggu saya menggunakan Xiaomi Redmi 5A ini. Selama dua minggu, RAM 2GB dari Xiaomi ini masih mampu untuk melayani saya dengan kegiatan harian saya. Sekarang sisa RAM masih dalam rentang antara 400 sampai 800 MB-an. Alikasi yang saya gunakan juga tidak begitu berat. Hanya Instagram, WhatsApp, berbagai aplikasi penunjang ngeblog. Mungkin wajar kalau tidak banyak RAM yang terpakai. Untuk game-game berat, saya belum pernah mencobanya karena saya tidak begitu hobi main game lewat smartphone. Untuk memori internal, dari 16 GB yang diberikan Xiaomi saya masih bisa menyisakan 3,6 GB hingga saat ini. Untuk lebih jelasnya bisa lihat gambar di bawah ini.


Dari gambar di atas, total memori yang tidak terpakai untuk sistem adalah 10,39 GB. Dari segi memori eksternal, kita bisa mengekspansi hingga 128 GB namun saya memakai yang 32 GB saja. Jadi buat kamu yang butuh banyak storage besar, bisa memakai microSD 128 GB biar nggak kehabisan memori.

Untuk kinerja, Redmi 5A yang saya gunakan ini masih tetap smooth tanpa lag. Dengan prosesor Snapdragon 425 Quad-core 1,4 GHz dan kartu grafis Adreno 308 500 MHz, cukup untuk menemani kegiatan sehari-hari saya. Dan bisa saya bilang terbaik dengan harga yang hanya satu juta kurang seribu rupiah ini. 

Xiaomi Redmi 5A memiliki ukuran 5" dengan layar HD dan Redmi 5A ini memiliki dimensi tinggi 140,4 mm, lebar 70,1 mm, dengan ketebalan 8,35 mm dan bobot 137 gram. Sebuah smartphone yang nyaman digunakan dengan satu maupun dua tangan, tidak berat untuk digenggam. Untuk mengetik juga nyaman, tapi cukup membuat tangan pegal jika untuk mengetik sesuatu yang panjang seperti postingan blog misalnya.

Dari segi penggunaan daya, Redmi 5A ini terbaik di kelasnya. Saya bisa menggunakan selama 1 hari full tanpa harus mengisi daya untuk keperluan yang ringan (telepon, SMS, sosmed, blogging, browsing, tanpa main game). Sebuah keunggulan tersendiri dari Xiaomi dengan harga 999.000 ribu dan kapasitas baterai 3.000 mAh. Tipe baterai yang digunakan adalah tipe non-removeable dan pengisi daya 5V/1A.

Beralih ke kamera, Redmi 5A dibekali dengan kamera belakang 13 MP dengan lensa 5 elemen dan PDAF. Memiliki aperture f/2.2, single LED flash cukup lah untuk menopang kegiatan foto-foto. Ada beberapa fitur yang bisa digunakan dengan kamera belakang ini seperti HDR, panorama, buat mode, face recognition, filter real-time. Sementara kamera depan beresolusi 5 MP dengan aperture besar hingga f/2.0. Untuk video, Redmi 5A mampu merekam dengan resolusi 1080p/720p dengan kecepatan 30fps. Sayangnya saya tidak bisa mengunggah hasil jepretan dari kamera Redmi 5A ini. Tapi kalau kamu ingin melihat hasil foto kamera ini bisa lihat di Instagram saya @adittp.

Salah satu alasan saya membeli ponsel murah ini adalah karena konektivitas dan jaringannya. Redmi 5A mendukung Dual SIM dan slot microSD khusus. Menggunakan bluetooth 4.1 dan WiFi tentunya. Yang pasti, Redmi 5A ini sudah mendukung jaringan dual SIM 4G. Oh iya, Redmi 5A juga sudah support USB on the go yang memudahkan saya untuk memindahkan file dari flashdisk ke microSD tanpa repot colok-colok ke PC.

Sejauh ini saya puas dengan kinerja Xiaomi Redmi 5A ini untuk menemani kegiatan saya sehari-hari.

Sayangnya, saya ada pengalaman yang dibilang agak buruk dengan Resmi 5A ini. Beberapa hari lalu saya pergi ke Purwokerto dan menginap selama beberapa hari di hotel. Saat itu saya membawa beberapa barang bawaan. Tas saya penuh dengan pakaian dan buku. Lalu saya taruh smartphone saya di bagian paling luar. Setelah sampai di hotel, saya merapikan barang bawaan saya dan mengeluarkan semua isi dalam tas saya. Kebetulan juga ada beberapa pemberitahuan WhatsApp masuk dari teman saya. Saya ambil Redmi 5A saya dan di situlah sesuatu mengejutkan saya. 



Bisa dilihat dengan jelas Xiaomi Redmi 5A saya bengkok karena mungkin tertekan barang-barang di dalam tas saya. Dan situlah saya agak kecewa dengan material bahannya. Tapi cukup saya maklumi juga dengan melihat harganya yang terbilang murah meriah. Beruntung sekali kacanya masih kuat dan tidak ikut pecah.

Itulah pengalaman saya memakai Xiaomi Redmi 5A selama dua minggu terakhir. Kesimpulan yang saya dapatkan dari smartphone seharga Rp. 999.000,- ini adalah saya puas dengan kinerja dan jeroan-nya namun materialnya tidak begitu bagus dan saya maklumi hal itu. 

Artikel ini murni dari apa yang saya alami, bukan untuk keperluan promosi pihak-pihak tertentu.


0 Komentar [Review] Dua Minggu Menggunakan Xiaomi Redmi 5A

Posting Komentar

Back To Top