ADITTP.com

Blog pribadi yang berisi tentang apa saja yang ada di dunia dan sekitarnya. Berbagi apa saja sesuai dengan kehendak pemiliknya. Suka-suka saya.

Sabtu, 27 Januari 2018

Negeri Kaya Ini Tak Kunjung Maju Jua





Cerahnya pagi ini, awan nampaknya sudah habis terkikis menjadi hujan semalam. Aku duduk di teras menikmati suasana indah khas pedesaan yang asri. Nampak burung-burung di ranting pohon pekarangan berkicau nyaring seperti tengah bernyanyi riang. Dalam diam, terbesit dalam pikiran 'Indonesia ini negeri kaya dan subur, tapi kok belum juga maju?'

Indonesia memiliki banyak pulau, lautan luas, sumber daya alam yang melimpah.  Punya tambang emas yang diyakini terbesar di dunia, cadangan gas alam yang juga terbesar yang berada di blok Natuna. Lautan Indonesia yang kaya akan ikan, hutan tropis terbesar di dunia, aneka rempah-rempah yang dulunya menjadi rebutan penjajah barat di masanya. Tak hanya dari alam, Indonesia punya penduduk yang terbesar nomor 4 di dunia. Bukankah negara ini begitu kaya?

Mungkin yang membuat Indonesia masih sulit untuk maju adalah karena luasnya daerah yang kita miliki. Ketika kita ingin memajukan Indonesia, semua daerah harus maju, tidak bisa hanya berfokus pada satu daerah saja. Itu sebabnya daerah timur saat ini masih banyak yang tertinggal, apalagi yang berada di pelosok sana. Dan saat ini, Presiden Jokowi mulai membangun infrastruktur-infrastruktur di daerah tertinggal. Berbagai upaya sedang dilakukan untuk memajukan negara ini. Kita yakini saja bahwa yang dilakukan pemerintah itu untuk kemajuan kita bersama, untuk rakyatnya. 

Namun kadang hal itu tidak diimbangi dengan sumber daya manusianya. Seperti yang kita ketahui bahwa kualitas SDM negara ini masih tergolong rendah padahal kualitas Sumber Daya Manusia memegang peranan penting dalam proses pembangunan. Untuk mewujudkan sebuah pembangunan sebuah daerah, harus diimbangi juga dengan kualitas SDM-nya. Jika sumber daya manusianya masih rendah, proses pembangunan pasti juga berjalan terseok-seok.

Tak bisa dipungkiri bahwa kualitas sumber daya manusia bisa dilihat juga dari kualitas pendidikan di Indonesia. Bukan berarti pendidikan di Indonesia jelek, nyatanya banyak orang mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Namun, pendidikan masih belum merata sampai keseluruhan di Indonesia. Lihatlah di pelosok-pelosok negeri, masih ada banyak orang yang kesusahan mengenyam pendidikan. Ada yang harus menempuh perjalanan puluhan kilometer dan sarana pendidikan yang kurang memadai. Tapi patut diacungi jempol mereka-mereka terus bersemangat untuk datang ke sekolah dan paham bahwa pendidikan adalah sebuah hal penting.






Namun, terkadang ada juga orang yang menilai pendidikan itu bukan hal penting. Masalah ini biasanya terjadi di kawasan pedesaan-pedesaan. Kadang orang tua tidak mendukung seorang anak untuk bersekolah. Ada juga yang dari anak itu sendiri yang tidak mau bersekolah. Banyak hal yang membuat permasalahan itu terjadi, pemikiran bahwa sekolah membutuhkan biaya yang tidak sedikit, pemikiran bahwa sekolah tidak penting dan lebih baik kerja dapet uang bukan ngabisin duit. 
Kurangnya dukungan orangtua, untuk masa depan anak-anaknya. Bukankah itu akan menghambat kemajuan dalam kehidupan keluarga mereka? 

Pendidikan itu hal yang penting, apalagi perkembangan teknologi yang terus maju semakin modern. Kalau tidak diimbangi, kita akan tertinggal oleh zaman. Tidak hanya pendidikan, tinggi rendahnya sumber daya manusia juga dipengaruhi oleh akhlak. 

Kita tahu bahwa kejujuran adalah hal yang sulit dicari akhir-akhir ini. Masih banyak oknum-oknum yang masih saja praktik KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Hal kecil saja adalah ketika kita sekolah, saat ujian masih banyak kejadian murid mencontek. Dan pada saat Ujian Nasional masih saja ada oknum yang membeli kunci jawaban. Pada saat mencari pekerjaan, masih saja ada orang yang melakukan praktik suap, ingin masuk kerja tapi harus membayar lebih, nanti yang membayar dijamin lolos dan tes hanya untuk formalitas, begitu katanya. 





Masuk menjadi anggota TNI dan Polri pun masih ada praktik suap. Bukankah menjadi TNI itu gratis tanpa biaya, tapi kenapa masih ada yang keluar biaya sampai ratusan juta bahkan sampai rela menggadaikan sawah dan lainnya. Saya bisa mengatakan itu karena itu terjadi di lingkungan saya. Bagaimana SDM bisa berkualitas kalau masih sering terjadi suap, suap, dan suap. Untuk yang akan menjadi pemimpin maupun yang sudah jadi pemimpin, jangan sampai terjadi kasus yang sudah sering terulang. Ketika pada saat mencalonkan diri saja sudah melakukan praktek suap, bisa dipastikan orang itu harus diragukan ketika menjadi pemimpin. 
Hal semacam KKN itulah yang menyebabkan sebuah daerah sulit maju, karena saat diberikan kepercayaan untuk memajukan sebuah daerah, mereka malah menyelewengkannya untuk kepentingan pribadi mereka.

Semua harus sejalan, satu tujuan, harus berjalan beriringan dari semua kalangan untuk mewujudkan Indonesia yang maju. Maju tidaknya Indonesia akan ditentukan oleh rakyat Indonesia sendiri. 

Sebagai contoh, Korea Selatan dulunya sama-sama negara berkembang seperti Indonesia. Namun sekarang mereka sudah jauh meninggalkan Indonesia dan menjadi negara maju. Mereka menyadari tidak ada yang mampu mengubah negaranya kecuali oleh orang-orangnya sendiri. Pendidikan mereka maju, teknologinya maju, semua karena mereka sadar hal itu dan mereka mau berbenah. 

Mari kita bersatu untuk mewujudkan Indonesia yang maju. Jangan beda-bedakan suku, kita semua satu. Tidak perlu persoalkan soal agama, kita semua sama, kita manusia, kita Indonesia. Jangan beda-bedakan ras, kita harus waras dan selaras. 

Ah, habis sudah secangkir kopi pagi ini. Saatnya beraktifitas kembali. 


0 Komentar Negeri Kaya Ini Tak Kunjung Maju Jua

Posting Komentar

Back To Top