ADITTP.com: Blog Sekarepe Dewek

Blog pribadi yang berisi tentang apa saja yang ada di dunia dan sekitarnya. Berbagi apa saja sesuai dengan kehendak pemiliknya. Suka-suka saya.

Kamis, 06 September 2018

ASUS VivoBook Flip TP410: Laptop Konvertibel Paling Portabel, ASUS Laptopku Gokil Gaes!



Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Tidak terasa juga sudah setahun laptopku menemani berbagai kegiatan sehari-hari. Ya, meskipun baru setahun, namun laptop ini sebenarnya sudah berumur 4 tahun sejak Pamanku menebusnya dari sebuah toko. Pamanku kini sudah punya laptop baru, jadi dia mewariskannya padaku hingga sekarang.

Meskipun laptop bekas, namun tetap saja aku bersyukur karena dengan laptop ini aku bisa menulis dan membuat artikel untuk mengisi blog ala kadarnya ini. Setahun bersama, laptop warisan ini sudah pernah masuk ke RSKL (Rumah Sakit Khusus Laptop) alias Service Center.



Mengalami gagal baterai


Peristiwa nahas ini terjadi pada bulan Mei kemarin. Malam itu aku lupa mencabut charger di laptopku sehingga terpaksa laptop malang ini harus mengonsumsi listrik semalaman penuh. Baterai laptopku tidak kuat lagi, sehingga membuat laptopku koma selama beberapa hari.

Laptopku memang masih bisa menyala namun dengan syarat harus dengan bantuan charger yang tersambung listrik. Keadaan itu tentu mengganggu aktivitas keseharian, laptop jadi tidak bisa dibawa kemana-mana. Karena itulah aku memutuskan untuk membawanya ke RSKL.

Saat menjalani perawatan intensif di RSKL, dokter yang menangani mendiagnosis laptopku mengalami gagal baterai. Alhasil, laptopku harus menjalani operasi transplantasi baterai. Aku pun menyetujui untuk melakukan operasi transplantasi baterai. Namun masalah belum selesai sampai di situ saja. Dokter mengatakan bahwa aku harus menunggu waktu yang cukup lama untuk kesembuhan laptopku.

Hal itu dikarenakan laptopku harus menunggu donor baterai dari Singapura. Sebenarnya aku heran, kenapa tempat sebesar ini tidak menyediakan pasokan baterai untuk tipe laptop yang kumiliki. Setelah sebulan menunggu di rumah, akhirnya pihak rumah sakit memberi kabar bahwa operasi cangkok baterai berjalan dengan sukses.

Sungguh kabar yang menggembirakan, laptopku sudah pulih kembali dan bisa diajak untuk bekerja sama. Belajar dari pengalaman, aku sekarang lebih berhati-hati saat hendak men-charge laptopku supaya tidak lupa mencabut. Dasar sifat manusia yang bisa lupa, semoga laptopku mau memaklumi hal itu.

Masalah belum selesai


Namanya juga hidup, ujian akan selalu datang silih berganti. Yang aku tahu pasti, Tuhan tidak akan memberikan ujian diluar kemampuan hamba-Nya. Itu sebabnya aku harus tetap tegar dalam menjalani hidup ini.

Pulih dari gagal baterai, kini laptopku mulai terlihat menderita gejala stroke (dibaca setruk). Tanda-tanda itu terlihat dari kinerjanya yang mulai melambat. Gejala lain yang mengkhawatirkan adalah sering terjadi not responding saat aku membuka sebuah program di laptopku. Sesekali bahkan laptopku mengalami hang yang semakin membuatku cemas.

Tak hanya gejala stroke, layar laptop juga terdapat bintik putih. Aku menyebutnya sebagai katarak. Yang jelas, bintik putih itu semakin bertambah banyak dan membesar. Sungguh laptop tua yang malang.
Kesehatan laptopku yang semakin memburuk membuatku harus menyiapkan dana simpanan untuk masa depan laptopku. Yang lebih mengkhawatirkan adalah aku tidak punya asuransi kesehatan untuk laptop.

Entah bagaimana jika suatu saat harus mencuci otak laptopku supaya sembuh dari stroke-nya. Namun langkah itu tentu saja akan membuat laptopku amnesia. Atau jika suatu saat laptopku harus menjalani operasi katarak yang ada di layarnya. Itu akan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Menyedihkan sekali.

Niat memensiunkan laptop


Melihat kondisinya yang kurang fit, ada niatan untuk memensiunkan laptop ini. Namun semua harus dipertimbangkan dengan matang. Tak hanya dari segi kesehatan laptop, ada juga faktor lain yang membuatku ingin segera memensiunkan laptop ini dan menggantinya dengan laptop baru.

Salah satunya adalah dari segi ukuran dan bobot. Laptopku ini terlahir dengan bobot yang cukup berat dan bongsor. Bodinya tidak proporsional untuk laptop ideal masa kini. Hal itu tentu cukup merepotkan saat dibawa-bawa.

Bukan bermaksud melakukan body shaming ya, tapi bagaimana lagi. Aku harus profesional untuk menjalani aktivitas keseharian. Mungkin aku agak jahat, tapi begitulah keadaannya. Laptopku overweight dan itu menambah beban yang kubawa. Beban hidup saja sudah berat, masih ditambah lagi dengan beban laptop yang juga berat.

Itu sebabnya aku ingin mengganti laptopku dengan yang baru. Selain dari kesehatan juga dari bobotnya yang overweight. Tapi bagaimanapun juga, meskipun sudah tidak begitu sehat, laptopku tetap berjasa karena sudah menemaniku selama setahun terakhir. Tanpa jasanya, blog ala kadarnya ini tidak akan bisa meng-update artikel secara rutin.

Mau laptop apa?


Berbicara laptop pengganti, aku berpikir ingin menggantinya dengan ASUS VivoBook Flip TP410. Sayangnya untuk mendapatkannya tidak semudah meminta jajan kepada mama. Mungkin aku harus menabung dulu untuk waktu yang sangat lama mengingat finansial yang belum memungkinkan. Atau, cara termudah untuk mendapatkan laptop ASUS VivoBook Flip TP410 ini adalah dengan berharap tiba-tiba ada kurir JNE mengetuk pintu rumah dan mengantarkan laptop impian ini. Lumayan ngaco sih, tapi kan tidak ada yang tak mungkin di dunia ini. Siapa tahu ada kurir JNE yang khilaf.


Mengapa menginginkan ASUS VivoBook Flip TP410?


Laptop ideal, tipis dan ringan



Hal pertama yang membuatku jatuh hati pada pandangan pertama pada laptop ini adalah penampilannya yang cantik. Laptop ini begitu ramping dan ringan. Beratnya hanya 1,6 kg meskipun layarnya berukuran 14 inci. Wah, sungguh laptop konvertibel yang paling portabel.

Selain ukuran dan bobotnya yang ringan, VivoBook Flip TP410 ini memiliki chasis alumunium dengan profil hanya 19,2 mm. Tipis dan  eye-cathcing banget kan? Ah, sungguh laptop yang ideal.

Layarnya gokil dengan teknologi NanoEdge



Layar ASUS VivoBook Flip TP410 ini berukuran 14 inci sudah Full HD dengan resolusi 1920 x 1080 piksel. Yang keren, bingkai laptopnya hanya berukuran 13 inci. Gokil kan? Bagaimana mungkin?

Tentu saja, laptop ini memakai teknologi bingkai 8N NanoEdge yang sempit. Bezel laptop ini hanya berukuran 8mm, sungguh bezel yang begitu tipis untuk sebuah laptop. Dengan NanoEdge, laptop ini memiliki rasio screen-to-body mencapai 78.7%.

Satu lagi tentang layarnya yang gokil, ASUS VivoBook Flip TP410 ini sudah dilengkapi dengan wide-view technology. Teknologi ini memastikan bahwa warna dan kontras tetap berani dan tajam meskipun dilihat dari sudut sempit mencapai 178 derajat. Gokil sekali, dan bikin naksir.

Layar sentuh membuatku ingin menyentuh



Laptop dengan layar yang bisa di-touch alias touchscreen memang bukanlah hal baru. Namun laptopku yang sekarang masih belum punya fitur itu. Jadi aku ingin merasakan sensasi menyentuh laptop berlayar sentuh.

Layar sentuh pada ASUS VivoBook Flip TP410 ini memiliki sentuhan Ultra-akurat dengan presisi tinggi berjarak 6mm dengan sensitivitas lebih baik dari display standar. Jadi kita cukup menyentuhnya dengan halus. Kalau perlu dengan perasaan. Tak hanya itu, laptop ini juga bisa dikombinasikan dengan ASUS Pen. Gokil kan, bisa melakukan banyak hal di laptop ini.

Teknologi ASUS SonicMaster



Teknologi ini adalah kombinasi hardware dan software yang padu dan inovatif yang akan menghadirkan kualitas audio yang luar biasa. ASUS SonicMaster sendiri dikembangkan oleh tim ASUS Golden Ear and ICEpower.

ASUS Battery Health Charging, bikin baterai lebih awet




Daya tahan baterai di ASUS VivoBook Flip TP410 ini mampu bertahan seharian. Hal itu tentu sangat membantu untuk kita melakukan berbagai kegiatan. Selain itu, laptop ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi ASUS Battery Health Charging yang berfungsi untuk menjaga kesehatan baterai.

Andai saja laptopku juga punya teknologi ini, pasti nggak akan kejadian gagal baterai. Dengan teknologi ini, kita bisa menyetel Status Charge pada laptop hingga 60%, 80%, atau 100%. ASUS Battery Health Charging akan membuat baterai lebih tahan lama dan mengurangi kerusakan akibat terlalu lama di-charge.

Sudah dilengkapi Fingerprint Sensor



Dengan hadirnya sensor sidik jari di ASUS VivoBook Flip TP410 ini membuat akses menjadi lebih aman dan semakin mudah. Laptop ini sudah terintregasi dengan dukungan Windows Hello. Dengan begitu, kita tak perlu lagi menulis kata sandi atau pin pada saat hendak sign-in untuk menggunakan laptop. Cukup dengan satu sentuhan jari, masuk lebih mudah, cepat, dan aman.

4 mode yang memanjakan



Namanya juga ASUS VivoBook Flip, tentu saja ini bukan laptop sembarang laptop. Laptop ini bisa dikonversikan menjadi 4 mode, yakni:

  • Powerful Laptop
  • Media Stand
  • Responsive Tablet, dan
  • Shared Viewer


Dengan begitu laptop ini bisa digunakan untuk banyak hal yang akan menunjang segala aktivitas sehari-hari.

Backlit keyboard untuk mengetik dalam gelap



Berhubung keyboard-nya sudah dilengkapi tombol backlit, kita tak perlu melotot-melotot mencari tombol saat mengetik dalam kegelapan. Tak cuma hurufnya yang menyala lho! Tapi juga di sekitar tombol juga bisa nyala. Cantik deh, kapan bisa meminang laptop ini ya?

Kualitas bahan yang mantap



Dengan bahan alumunium, membuat laptop ini nampak kokoh dan mantap. Selain itu, berhubung laptop ini bisa diputar hingga 360 derajat, pengujiannya pun tidak sembarangan. Logam engselnya begitu presisi dan sudah melewati tahap tes buka-tutup berulang selama 20.000 kali.

Konektivitas lengkap


Untuk menunjang berbagai kebutuhan berkoneksi, ASUS VivoBook Flip TP410 sudah disertai beberapa port untuk banyak keperluan. Diantaranya adalah satu port USB Type-C, satu port USB 3.0, dua port USB 2.0 standar, dan port HDMI untuk menghubungkan ke berbagai perangkat dan periferal.

Konektivitas nirkabel laptop ini juga mantap karena dibekali dengan fitur Bluetooth versi 4.1 dan Wi-Fi dual-band 802.11ac berdaya rendah terbaru. Generasi 802.11ac ini diklaim enam kali lebih cepat dari generasi sebelumnya yakni 802.11n.

Itulah mengapa aku menginginkan laptop ASUS VivoBook Flip TP410 ini untuk menggantikan laptopku yang mulai sakit-sakitan ini.

Oh iya, dengan spesifikasi yang ditawarkan, laptop ini cocok juga lho untuk mengolah grafis maupun edit video. Jadi cocok untuk para konten kreator. Jadi, dengan ASUS VivoBook Flip TP410, kita bisa melakukan apa saja mulai dari pekerjaan ketik-mengetik, presentasi, bisnis, membuat konten grafis, dan masih banyak lagi.

Nah, berhubung aku belum sanggup meminang laptop ini, maka aku akan memberi tahu harga laptop ini saja. Ternyata ada tiga seri dari ASUS VivoBook Flip TP410 ini.


ASUS VivoBook Flip TP410UA - Spesifikasi


Rp 6.899.000 - (i3-7100U/4GB/500GB/Win 10)

Rp 7.099.000 - (i3-7100U/4GB/1TB/Win 10)

Rp 9.099.000 - (i5-7200U/8GB/1TB/Win 10)

ASUS VivoBook Flip TP410UR - Spesifikasi


Rp 6.899.000 - (i3-7100U/4GB/500GB HDD/Win 10)

Rp 7.999.000 - (i3-7100U/4GB/1TB HDD/Win 10)

Rp 9.799.000 - (i3-7100U/8GB/1TB HDD/Win 10)

Rp 13.599.000 - (i7-7500U/8GB/1TB HDD+128G SSD/Win 10)

ASUS VivoBook Flip TP410UF - Spesifikasi


Rp 14.599.000 - (i7-8550U/8GB/1TB HDD+128G SSD/Win 10)

Nah, itu mahar yang harus ditebus untuk memiliki ASUS VivoBook Flip TP410 di atas. Tinggal pilih deh sesuka dan menurut kebutuhan kamu.

Hmm. . .

Artikel ini diikutsertakan ke dalam ASUS Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com





2 Komentar ASUS VivoBook Flip TP410: Laptop Konvertibel Paling Portabel, ASUS Laptopku Gokil Gaes!

  1. Terima kasih sudah berpartisipasi dalam ASUS Laptopku Blogging Competition. Good luck.

    BalasHapus

Back To Top