ADITTP.com: Dunia dan segala isinya.

Blog pribadi yang berisi tentang apa saja yang ada di dunia dan sekitarnya. Berbagi apa saja sesuai dengan kehendak pemiliknya. Suka-suka saya.

Selasa, 27 Maret 2018

Hantu Endemik Buatan Manusia





Seperti judulnya, terdapat kata hantu yang artinya pada postingan kali ini kita akan membahas tentang hantu. 

Hantu sering menakuti manusia, katanya. Berbagai cerita seram dari berbagai kalangan yang mengaku mereka pernah mengalami pengalaman mistis. Ada yang melihat penampakan, suara-suara, dan lainnya.

Saya sendiri percaya bahwa kita hidup berdampingan dengan makhluk lain yang tidak kasap mata. Namun jujur saja, saya tidak percaya dengan hantu seperti pocong, kuntilanak, genderuwo, tuyul dan lainnya. 

Semua karakter hantu-hantu itu hanyalah buatan dari pikiran manusia itu sendiri. Buktinya semua hantu yang saya sebutkan tadi hanya ada di Indonesia. Paling jauh mereka melancong sampai ke Malaysia dan Brunei saja. 

Saya pikir hantu-hantu yang saya sebutkan tadi adalah hantu endemik dari negara rumpun Melayu. Sedangkan negara lain punya hantu endemik tersendiri.





Vampir misalnya, hanya ada di China dan Jepang saja. Masuk akal sih mereka tidak masuk Indonesia mungkin terlalu jauh dan capek kalau harus melompat-lompat terus. Belum lagi kalau siang, mereka harus bersembunyi supaya tidak kena sinar matahari. 

Lalu di Eropa, disana hantunya keren-keren. Contohnya si drakula, pakaiannya ber jas, rapi dan tidak pernah kusut. Beda banget sama hantu dari negara ini, hantunya lusuh jarang mandi walaupun tetap wangi melati, tapi tetap saja dekil.




Drakula tidak pernah ada di Indonesia dan hanya ada di Eropa. Begitupun hantu-hantu lain. 

Hantu yang ada di dunia ini awalnya berkembang dari cerita-cerita saja. Akibat dari cerita itu, lalu munculah imajinasi dari masing-masing orang. Lalu ditambah peran dari makhluk yang tidak kasap mata (jin) itu yang berubah menjadi hantu yang ada digambaran manusia dan cerita. 

Semua itu hanya ulah jin yang bisa berubah wujud menjadi apa saja yang mereka mau. Beberapa diantaranya hanya halusinasi semata. 

Contoh kecil, di daerah saya ada sebuah jembatan kecil yang biasa saja. Lalu jembatan itu ditulis 'Awas ada Pocong' dengan cat oleh teman saya sebut saja Daplun. Beberapa hari kemudian ketika saya berjalan melewati jembatan itu dengan teman saya sebut saja Dobleh. 

"Apa iya disini ada pocongnya? Kok ditulis begitu?", tanyanya.
"Iya, sering ada penampakan kata orang-orang", jawabku bohong.

Beberapa waktu kemudian karena mungkin Dobleh mempercayai hal itu, dia mengaku bahwa ia melihat pocong di jembatan itu. Bukan tulisan, tapi penampakannya, katanya. 

Itu berawal dari cerita bohong tapi dia mengaku melihat sosok pocong. Berarti ada dua kemungkinan, ada jin yang memanfaatkan momentum itu untuk menampakkan diri sebagai pocong, atau Dobleh yang terlalu berlebihan sehingga dia halusinasi. 

Disitulah saya pikir awalnya hantu semacam pocong, kuntilanak dan lainnya tidak ada. 
Bule-bule di Eropa sana juga tidak pernah melihat hantu Indonesia liburan ke Eropa. Mengapa, karena orang Eropa tidak mempercayai hantu dari Indonesia. Yang ada di sana ya hantu endemik khas Eropa saja. 

Begitupun di sini, tidak ada Sadako keluar dari sumur padahal disini banyak sumur. Tidak ada Sadako keluar dari televisi padahal setiap malam banyak orang menonton sinetron. Tapi tidak pernah ada cerita Sadako muncul di televisi rumah Pak RT di kota Bekasi atau semacamnya. 

Semua itu ada karena orang mempercayai hal tersebut. Apalagi ditambah dengan adegan di film horror yang kesannya seperti berlebihan. Arwah penasaran, gentayangan, orang mati bangkit dari kubur. Padahal orang kalau sudah mati ya sudah, sudah beda alam. 

Orang yang percaya dengan hantu-hantu semacam itu mungkin beresiko lebih besar akan melihat dan dihantui oleh hantu-hantu yang ia percayai dalam pikirannya. 

Bagaimana jika orang itu indigo, punya indera ke-6? Saya sebagai seorang muslim percaya bahwa orang yang seperti itu dan semacamnya sedang dalam gangguan jin. Cara mengobatinya bisa dengan meruqyah. 

“Sesungguhnya dia (iblis) dan kabilahnya (semua jin) bisa melihat kalian dari suatu tempat yang kalian tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al-A’raf: 27).

Berdasarkan ayat tersebut, disebutkan bahwa manusia tidak bisa melihat wujud asli jin. Namun jin bisa berubah menjadi apapun yang mereka mau. Dan kita bisa melihat dalam perwujudan lain tersebut.

Artinya, jika ada anak indigo bisa melihat dan berkomunikasi dengan jin, itu adalah jin bukan dalam wujud aslinya. Jin itu sedang mengganggu anak tersebut. Itu bukanlah kehebatan anak tersebut bisa melihat jin, namun jin itu yang menampakkan diri kepada anak tersebut.

Wallahu a'lam.

Demikianlah pandangan saya terdapat hantu-hantu yang ada di dunia ini, berdasarkan apa yang saya yakini. Semua orang punya kepercayaan masing-masing dan mungkin artikel ini bisa jadi pro kontra karena beda kepercayaan.


1 Response to Hantu Endemik Buatan Manusia

  1. Ih...serem. Tapi hantu yg paling saya takutin itu hantu yg membuat saya males ngeblog...hehehe

    BalasHapus

Back To Top